Publik AS Terbelah Soal 'Perang' FBI VS Apple

Publik AS Terbelah Soal 'Perang' FBI VS AppleLogo Apple dan FBI @insightmac.com
Bermula dari desakan FBI agar Apple membuka akses keamanan atau backdoor Apple untuk menyelidiki iPhone 5c milik teroris Syed Rizqan Farook, perselisihan keduanya kini semakin memanas dan mulai melibatkan publik Amerika Serikat.

Permintaan FBI untuk masuk sistem keamanan perangkat iPhone dan mencari informasi berharga tentang teroris yang melakukan serangan bom di San Bernardino, AS ini ditentang dengan tegas oleh CEO Apple, Tim Cook.

Permintaan tersebut dinilai akan membahayakan para pengguna iPhone di seluruh dunia, sama halnya dengan melanggar privasi pengguna serta kode etik yang dijalankan Apple selama ini.

Publik AS pun terbelah menyikapi perselisihan ini. Setengah dari penduduk AS yang disurvei berpendapat bahwa Apple seharusnya memberikan akses ke FBI untuk membongkar jaringan terduga teroris itu, demikian dilansir The Washington Post.

Sementara itu 38 persen dari responden menegaskan jika permintaan FBI harus ditolak untuk menjaga privasi pengguna iPhone. Sisanya, sebanyak 11 persen belum menyatakan pernyataan mereka secara tegas.

Tim Cook sendiri telah menolak campur tangan pemerintah dalam hal privasi pengguna iPhone sejak awal. Bahkan ia telah mengirim surat kepada seluruh karyawan Apple dengan menginformasikan bahwa data pengguna telah dikepung pemerintah.

Kendati dengan alasan melindungi privasi pengguna, namun kenyataannya lebih banyak publik AS yang tidak sependapat dengan tindakan Tim Cook. Sikap Apple bahkan dianggap sebagai 'strategi pemasaran' oleh pejabat keamanan dan anggota senat di AS.

Namun Apple membantah dengan tegas tuduhan itu. Mereka mengatakan jika 'peperangan' Apple dengan Departemen Kehakiman AS merupakan sesuatu yang lebih besar. "Kasus ini lebih dari satu ponsel atau satu investigasi. Jadi saat kami menerima permintaan pemerintah, kami harus berbicara," ujar Cook.

Pendapat Facebook dan Google

Berbeda dengan pendapat kebanyakan publik AS, Facebook dan Google justru memberikan suara mereka kepada Apple. CEO Google, Sundar Pichai dalam sebuah postingan mengatakan jika paksaan terhadap Apple adalah hal yang tak bijak.

"Postingan penting oleh @tim_cook. Memaksa perusahaan untuk meretas dapat membahayakan privasi pengguna," tulis Pichai dalam akun Twitter-nya, @sundarpichai.

Sementara itu CEO Facebook, Zuckerberg mengatakan, "Kami simpatik dengan Apple pada hal ini. Kami yakin dengan enkripsi."

Kendati demikian Facebook juga mendukung pemerintah untuk memerangi terorisme. Pihaknya hanya berpendapat bahwa merusak keamanan bukanlah langkah yang tepat.

"Dan jika kami punya kesempatan untuk bekerja dengan pemerintah dan orang-orang untuk memastikan tak ada serangan teroris, maka kami jelas akan mengambil peluang dan bertanggung jawab membuat masyarakat yang aman," tandasnya.
mks