Belanda Kembalikan 13.000 Dokumen Bersejarah ke Indonesia

Belanda Kembalikan 13.000 Dokumen Bersejarah ke IndonesiaIlustrasi @kompas.com

Museum Tropen di Amsterdam, Belanda menyerahkan 13 ribu dokumen bersejarah, termasuk naskah kuno ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang kemudian diberikan ke Perpustakaan Nasional.

Sebanyak 6.000 diantaranya akan diberikan ke Universitas Nasional Sebelas Maret (UNS) Solo atas permintaan Rektor Universitas UNS yang disetujui oleh Mendikbud. Sementara 7.000 dokumen lainnya berada di Perpustakaan Nasional.

"Dari 7.000 naskah kuno dan dokumen lainnya sudah kami identifikasi dan yang masih baik kondisinya sebanyak 1.994 dokumen. Sedangkan, lainnya sudah dalam kondisi rusak dan dikembalikan ke Indonesia dalam kondisi apa adanya sehingga akan diperbaiki dulu oleh Perpustakaan Nasional," kata Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Budi Wibowo, Selasa (23/2), dilansir dari Republika.

"Padahal, sejak awal kami sudah pesan kepada Kepala Perpustakaan Nasional, kalau ada manuskrip atau naskah budaya Jawa dan Yogyakarta, kami mohon untuk bisa diberi. Ternyata, tahu-tahu sudah seperti itu, yakni 6.000 dokumen diberikan ke UNS," kata dia.

Di samping BPAD DIY, ternyata provinsi lain juga mengajukan ke Perpustakaan Nasional agar bisa mendapatkan naskah atau dokumen lain yang diberikan oleh Tropen Museum. Namun, sejauh ini yang disetujui hanya UNS sebab sebagian koleksi yang diberikan ke UNS telah ada di Perpustakaan Nasional.

"Semuanya akan kami dokumentasikan dalam bentuk digital library. Kamis besok (25/2), kami akan ke UNS untuk mengidentifikasi naskah kuno atau dokumen lainnya yang terkait dengan Yogyakarta dan budaya Indonesia, kami harus punya, ujar dia.

Nay