WhatsApp Akan Diblokir Jika Tak Punya Badan Usaha Tetap

WhatsApp Akan Diblokir Jika Tak Punya Badan Usaha TetapWhatsApp @neurogadget.com
Pelaku Over The Top (OTT) di Indonesia benar-benar terancam blokir jika tak memenuhi aturan badan usaha tetap (BUT). Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan jika pelaku OTT harus segera memenuhi ketentuan kewajiban mereka.

Kemenkominfo saat ini tengah melakukan finalisasi draf peraturan menteri tentang kewajiban badan usaha tetap (BUT) bagi aplikasi OTT di Indonesia. Rencananya akan diterapkan mulai akhir Maret nanti.

"Punishment-nya jika tidak dipenuhi, teknisnya gampang, nanti diblokir dari operator," ujar Menteri Rudiantara.

Ia menegaskan jika pelaku bisnis OTT harus segera memenuhi kewajiban tersebut. Ia mengharapkan agar mereka membuat badan usaha tetap di Indonesia, bukan hanya kantor cabang. Mereka juga bisa membentuk badan usaha patungan (joint venture/JV) atau juga bisa bekerjasama dengan operator seluler.

Hal ini menurut Rudiantara dilakukan demi melindungi konsumen. Selama ini konsumen kesulitan jika harus melakukan komplain lantaran perusahaan tersebut belum berbadan hukum di Indonesia.

Ia mengatakan, "Kita harus berpatokan bagaimana melayani konsumen mengenai customer service‎. Orang pakai WA (WhatsApp), jika mau komplain ke mana? Paling-paling ke operator atau Kominfo. Ya gak bisa."

"seharusnya yang jalani WhatsApp, komplain ke WhatsApp. Google ya Google. Sekarang kebetulan (Google) sudah ada kantor di Indonesia. Kemudian consumer protection. Anda pakai Gmail itu berarti Anda kasih data semua ke sana. Terus buat apa datanya, mau diapain? Tahu gak?" imbuhnya.

Tak hanya sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen, langkah ini juga dilakukan untuk mendapat jatah pajak yang selama ini tidak diperoleh oleh Indonesia lantaran mereka tak mempunyai badan hukum di Indonesia.

"Pada 2015, iklan digital dari Indonesia memiliki nilai US$ 430 juta. Jika misalnya kena PPn 10%, itu sudah US$ 43 juta. Belum lagi PPh badan usaha," tandasnya.
mks