Lapor Polisi Dikeroyok Preman, Pedagang Parfum Malah Disalahkan

Lapor Polisi Dikeroyok Preman, Pedagang Parfum Malah DisalahkanIlustrasi @kriminalitas.com

Pedagang parfum bernama Romy Ruliandi (36) bernasib sial usai menjadi bulan-bulanan tiga orang juru parkir liar, 8 Februari lalu. Romy dipukuli karena menolak membayar pungutan liar ketiganya.

Tak terima dipukuli, Romy melaporkan ketiga pelaku, yakni Ruben, Loren dan Deni, ke Polsek Medan Kota. Di sana, dia diterima oleh Ka SPKT A, Ipda P Pakpahan dengan No LP STPL/145/K/II/2016/SU/Polresta Medan/Sek Medan Kota.

Namun, menurut Romy, polisi yang menjadi juru periksa justru menyalahkan dirinya dan menyayangkan sikapnya melapor.

"Dengan nada menyindir, juru periksa itu bilang, kalau mengadu ke polisi nanti buntutnya panjang. Tak akan bisa lagi jualan di sana, diancam-ancam pelaku terus nanti," kata Romy menirukan ucapan penyidik itu, Rabu (24/2), dilansir dari Kompas.

Dia mengaku terkejut mendengar respon oknum polisi itu. Baginya, selama ini polisi adalah sosok pengayom orang kecil seperti dirinya.

"Sampai sekarang, masih sakit kepalaku. Masih sering muntah-muntah aku. Tapi pelaku tak juga ditangkap, aku tak mau berdamai sama mereka," kata Romy emosi.

Apa yang dialami Romy ini mendapat perhatian dari Edo Binsar dari LSM Gerpan RI.

"Sikap ngotot oknum juru periksa Polsek Medan Kota menyalahkan korban pengeroyokan juru parkir liar menjadi pertanyaan besar. Bukan tidak mungkin manuver tersebut dilatari kepentingan kongkalikong antara pelaku dengan oknum polisi. Ke mana lagi masyarakat mengaku kalau tidak ke polisi? Juru parkir liar itu marak di wilayah hukum Polsek Medan Kota. Kok, bisa-bisanya juru periksa menyesalkan korban mengadu?" kata Edo.

Edo menuding oknum polisi Polsek Medan sengaja memelihara juru parkir liar untuk menambah penghasilan mereka.

"Harusnya polisi melindungi masyarakat yang tertindas karena perbuatan tindak pidana yang dilakukan pelaku, bukan malah menyalahkannya. Aneh kali bah, polisi kok menyalahkan korban pengeroyokan yang mengadu," tambahnya.

Dari sejumlah laporan, para pelaku itu merupakan informan polisi. Polisi terkesan berat sebelah sebab membela preman yang terbukti kerap berbuat onar dan meresahkan masyarakat sekitar.

"Ulah pelaku membuat kami resah. Tak mungkinlah polisi tak tahu ulah mereka. Karena lapak dagangan kami kan tak jauh dari Polsek Medan Kota. Karena tak ada yang mengadu, polisi pun diam. Di sini, juru parkir liar bebas beraksi kepada para pedagang," ungkap sejumlah pedagang yang tak mau disebutkan namanya.

Nay