Tersinggung Dipameri Celana Dalam, Muhamad Tewas Dikeroyok

Tersinggung Dipameri Celana Dalam, Muhamad Tewas DikeroyokIlustrasi @tribunnews.com

Tiga pelaku pengeroyokan Muhamad Toriqodin (23) hingga tewas akhirnya dibekuk Satreskrim Polres Demak. Korban yang merupakan Desa Gebanganom Lor, RT 02 RW 05, Kecamatan Bonang, Demak meninggal karena pendarahan di bagian belakang kepala.

Ketiga pelaku adalah Syafik Fadholi (20) dan Safaul Anam (20), yang sama-sama warga Desa Weding RT 02 RW 06, Kecamatan Bonang; serta M Mukhlis Mubarok (19), warga Desa Wonosalam RT 05 RW 03, Kecamatan Wonosalam.

Kejadian pengeroyokan dilakukan pada Rabu (17/2) dini hari. Saat itu tersangka tengah nongkrong di bawah pohon beringon di kawasan alun-alun yang berada di depan kantor Kejaksaan Negeri Demak.

Tak berselang lama, korban Muhamad yang mengendarai sepeda motor bersama teman-temannya melintas di depan para tersangka. Dia meneriaki tersangka dan menantangnya berkelahi.

Tak lama kemudian, rombongan korban berhenti untuk nongkrong di depan kantor Kejaksaan Negeri Demak, tak jauh dari para tersangka.

Kali ini korban kembali memancing masalah dengan memamerkan celana dalam lalu buang air kecil menghadap ke kelompok tersangka.

"Korban ini lalu datang sendiri dan memamerkan celana dalam ke arah kami. Korban juga kencing di depan kami. Jaraknya sekitar delapan meter dia kencing dan menghadap kami. Kami berempat lalu menghajar dia beramai-ramai. Kami pukul, tendang, dan juga hantam dengan sabuk. Setelah korban terkapar, kami lalu membubarkan diri," kata Safaul, dilansir dari Kompas, Selasa (23/2).

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo mengatakan, korban yang lemas akhirnya dibawa pulang ke rumahnya. Namun Muhamad meninggal karena pendarahan di bagian kepalanya.

"Kepala korban ditendang, dipukul, dan menghantam dinding tembok kantor kejaksaan. Korban ini tewas karena mengalami pendarahan serius di bagian belakang kepala," urai AKBP Heru.

Pelaku pengeroyokan hingga menyebabkan korban tewas ini dijerat Pasal primer 338 dan atau 170 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau penjara 20 tahun.

Nay