Mendagri: Kolom Agama di KTP Boleh Dikosongkan

Mendagri: Kolom Agama di KTP Boleh DikosongkanKolom agama di KTP boleh kosong @lipitan6.com

Pembahasan boleh tidaknya kolom agama di KTP dikosongkan masih menjadi perdebatan masyarakat. Ada pihak yang setuju kolom agama dikosongkan bahkan dihapus, namun ada juga yang menolaknya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan bahwa pemilik KTP boleh mengosongkan kolom agama. Pihaknya menilai banyak warga yang memiliki kepercayaan di luar 6 agama yang diakui pemerintah.

"Banyak masyarakat kita di Jawa Barat misalnya ada yang meyakini ajaran sunda wiwitan. Secara prinsipil oleh kementerian agama itu berada di luar enam agama. Kebijakan kemendagri adalah mengosongkan kolom agama tetapi tetap didata keyakinan yang dianutnya," jelas Tjahjo dalam Kongres Nasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (23/2).

Menurut Tjahjo, pemerintah harus menghargai hak warga untuk meyakini kepercayaan yang dianut. Sehingga tak adil apabila ada masyarakat yang tidak memiliki KTP gara-gara keyakinannya tidak terakomodasi.

Tjahjo juga menolak jika warga mencantumkan agama pada KTP-nya padahal dia meyakini kerpecayaan berbeda namun tidak terdaftar. "Soal kolom agamanya dikosongkan saja yang penting didata kepercayaan yang diyakininya," ungkapnya.

Saat ini, ujar Menteri Tjahjo, 30 persen dari 254 juta penduduk Indonesia belum memiliki akta kelahiran. Tak hanya itu, sebanyak 3 juta penduduk juga tidak memiliki KTP.

"Masih ada 3 juta yang belum mendapatkan KTP dengan berbagai pertimbangan kepala daerah, salah satunya terkait kolom agama," terangnya.

Nay