Inggris Didesak Keluar Uni Eropa, Diputuskan Lewat Referendum

Inggris Didesak Keluar Uni Eropa, Diputuskan Lewat ReferendumBendera Inggris 'Union Jack' @reuters.com

Sejumlah warga Inggris berkampanye menuntut Inggris keluar dari Uni Eropa. Hal ini juga mendapat dukungan dari Walikota London, Inggris, Boris Johnson, dari partai Konservatif.

Boris mengatakan, Uni Eropa merusak kedaulatan Inggris dan kesepakatan reformasi Perdana Menteri David Cameron tidak akan membawa perubahan mendasar yang diinginkan.

"Setelah besarnya kekecewaan, saya akan mendukung suara 'Keluar' (dari Uni Eropa)," kata dia.

Dia menyatakan jika PM Cameron sudah bekerja dengan baik dalam menegosiasikan konsesi dari para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan pekan lalu. Namun, dia menilai jika keluar dari Uni Eropa adalah keputusan paling realistis.

"Saya takkan menganggap semua orang bisa secara realistis mengklaim bahwa ini adalah reformasi fundamental Uni Eropa atau keanggotaan Inggris Raya dalam Uni Eropa".

Nasib Inggris dengan Uni Eropa sendiri akan ditentukan lewat referendum pada 23 Juni mendatang.

Penetapan tanggal referendum diumumkan setelah melalui negosiasi panjang tentang hubungan Inggris dengan Eropa diselesaikan pada Jumat (19/2), dilansir dari the Guardian.

Survei terbaru menunjukan jika publik Inggris akan terbelah secara cukup seimbang.

Nay