Hadapi Demo Rusuh, Polisi India Andalkan Ketapel Peluru Cabai

Hadapi Demo Rusuh, Polisi India Andalkan Ketapel Peluru CabaiPolisi India dilengkapi ketapel peluru khusus @mirror.co.uk

Kepolisian di Negara Bagian Haryana, wilayah utara India punya strategi unik untuk menghadapi massa yang melakukan demonstrasi rusuh. Jika kebanyakan polisi di negara lain menggunakan peluru karet dan gas air mata, maka polisi India justru mengandalkan ketapel.

Penggunaan ketapel ini dinilai lebih manusiawi ketimbang peluru karet dan gas air mata. Ketapel itu menggunakan peluru khusus yang dicampur bubuk cabai.

"Kita harus ingat, peluru karet atau peluru gas air mata masih bisa melukai para perusuh," kata Inspektur Jenderal Anil Kumar Rao, dilansir dari Daily Mail, Rabu (17/2).

polisi-india-ketapel

Unjuk rasa berujung bentrokan kerap terjadi di wilayah ini. Beberapa diantaranya terjadi di Kashmir yang berbatasan dengan Pakistan.

Peluru ketapel berisi bubuk cabai itu diproduksi oleh perajin setempat. Kendati demikian, kepolisian berjanji akan meminimalisir penggunaan senjata baru tersebut. "Kami hanya memakainya jika keadaan sudah tidak terkendali," imbuh Rao.

Alasan lain dari pertimbangan kemanusiaan untuk menggunakan ketapel adalah menekan anggaran.

"Saya melihat ketapel ini adalah jalan tengah paling bermartabat untuk menghadapi kerusuhan. Selain itu, juga sangat murah biayanya," kata Rao.

Ini bukan pertama kalinya polisi di India menggunakan cara unik untuk mengendalikan massa. Pada 2015 lalu, polisi di Kota Lucknow memakai drone alias pesawat tanpa awak yang digunakan untuk menyebarkan bubuk merica kepada para pengunjuk rasa.

Nay