Setelah beberapa waktu lalu ada wisatawan lokal yang merasa tertipu karena beberapa makanan di Malioboro dijual sampai nyaris Rp 500 ribu, kali ini ada kejadian yang lebih parah.
Pelancong asal Kota Harbin, China merasa dirampok oleh sebuah restoran. Menurutnya tak masuk akal menu makan ikan dijual dengan harga yang sangat mahal.
Wisatawan bernama Chen Yan tersebut mengaku harus membayar 5.731,20 yuan atau Rp 12 juta untuk satu menu ikan kaluga sturgeon. Belum termasuk menu lain yang ia pesan, seperti dilansir CCTV News.
Bermula ketika Chen dan rombongan diajak makan ke sebuah restoran di Kota Harbin oleh pemandu wisata. Mereka pun mulai memilih menu masing-masing, termasuk ikan kaluga sturgeon.
Biasanya, pedagang setempat menjual ikan ini dengan harga sekitar 160 yuan sampai dengan 200 yuan atau sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Namun, di restoran tersebut mereka mendapat harga yang fantastis, yakni 700 yuan atau sekitar Rp 1,4 juta.
Lebih mengejutkan lagi karena tagihan makan yang diterima Chen mengharuskan ia membayar Rp 12 juta untuk satu ikan. Sementara total menu makannya untuk 20 orang mencapai 10 ribu yuan atau Rp 20 juta.
Harga yang terlampau tinggi itu pun membuat rombongan dan pihak restoran ribut hingga polisi mulai menyelidiki kasusnya. Kisah ini lalu menjadi perbincangan dunia maya dan tidak sedikit netizen yang mengecam aksi restoran karena telah melakukan penipuan secara tidak langsung.
Sementara itu pihak restoran mengatakan jika Chen bertingkah buruk ketika mendapat tagihan makan, dan ia meminta restoran untuk memberikan diskon yang besar sebelum akhirnya terjadi keributan.
Insiden ini berimbas pada sorotan netizen terhadap konsumsi ikan kaluga sturgeon, yakni ikan karnivora langka terancam punah yang hidup di sungai wilayah Provinsi Helongjiang.
Selain masalah harga, warga pun juga mempermasalahkan bagaimana restoran tersebut bisa menjual ikan kaluga sturgeon yang seharusnya dilindungi. Tidak jelas akhir dari permasalahan ini apakah pihak restoran mendapat sanksi hukum atau tidak.