Ribuan Aparat Mulai Operasi Pengamanan, PSK Pergi 'Goodbye Kalijodo'

Ribuan Aparat Mulai Operasi Pengamanan, PSK Pergi 'Goodbye Kalijodo'Kawasan Kalijodo nampak lengang @liputan6.com

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan menurunkan ribuan aparat ke lokalisasi Kalijodo, Kamis, pagi tadi.

Tak kurang 2000 personel dari Polda Metro Jaya dan masing-masing 500 personel dari Polres Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

"Operasi penyakit masyarakat besok sudah mulai main. Tempat itu harus bersih dari pelanggaran penyakit masyarakat," kata Tito.

Dia menjelaskan sudah memiliki persiapan teknis hingga antisipasi apabila terjadi perlawanan dari pihak-pihak yang menghalangi penertiban kawasan tersebut.

"Yang jelas kita sudah memiliki strategi (operasi) sendiri. Kampung Pulo itu kan masyarakatnya lebih banyak ya, kalau Kalijodo ini kan preman. Saya yakin militansinya mungkin militansi preman," ujar Tito.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan mengirimkan surat peringatan pertama atau SP 1 kepada warga Kalijodo untuk mengosongkan rumahnya atau membongkar rumahnya sendiri, terhitung Kamis 18 Februari atau hari ini.

"Jadi besok kita akan keluarkan SP 1, memberitahukan bahwa Anda (warga) menduduki tanah negara. Kami (Pemprov) melaksanakan amanat undang-undang, maka tanah negara yang Anda duduki harus kami ambil kembali. Kita minta dia bongkar sendiri," ujar Ahok.

Jika SP 1 tak mempan, dalam sepekan ke depan Pemprov DKI akan melayangkan kembali SP 2 yang berlaku untuk 3 hari selanjutnya.

Sejak dimulainya operasi pengamanan oleh ribuan aparat, banyak PSK penghuni Kalijodo angkat kaki meninggalkan kawasan itu.

"Sudah sejak Senin (15/2) pada pergi semua," kata Leman, salah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Tak hanya PSK, pengusaha kafe juga memilih berhenti operasi dan menutup usahanya.

"Saya biasanya berjualan sampai kafe dan karaoke tutup. Semalam jam 9 saya sudah tutup," kata pemilik usaha minuman di sana.

Namun, warga mengatakan jika PSK yang angkat kaki belum semuanya alias hanya sebagian.

"Yang pergi hanya sebagian. Nanti kalau situasi sudah tenang. Pasti mereka kembali," kata salah satu warga. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay