Twitter dkk Akan Sensor Konten Negatif

Twitter dkk Akan Sensor Konten NegatifIlustrasi konten disensor @twitter.com
Penyelenggara Over The Top (OTT) di Indonesia seperti Twitter, BlackBerry, serta Line telah mendapat undangan dari Kemenkominfo bersama perwakilan Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif khususnya Panel 1 tentang Pornografi, Kekerasan pada Anak, dan Keamanan Internet serta Panel 2 tentang Terorisme, SARA, dan Kebencian.

Undangan tersebut adalah untuk membahas konten yang dilarang dalam Undang-Undang seperti yang dicantumkan dalam pembahasan Panel 1 agar mendapat penyaringan secara efektif dari pihak penyedia OTT.

Kepala Pusat Informasi dan Humas, Kemkominfo, Ismail Cawidu mengatakan, "Yang dimaksud efektif di sini adalah sebelum terjadi suatu kasus yang menimbulkan polemik di masyarakat sudah ter-eskalasi dulu di sisi penyelenggara OTT sehingga dapat meminimalisir keresahan yang terjadi di masyarakat."

"Pemenuhan terkait Undang-undang ini adalah tanggung jawab bersama baik dari pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait (penyelenggara OTT)," lanjutnya.

Pihaknya berharap jika penyedia OTT agar lebih aktif dan dalam mencegah konten negatif yang tersebar di Indonesia. "Yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kominfo adalah pencegahan, belum masuk kepada ranah hukum, sebagaimana amanat dalam UU ITE No.11/2008 Pasal 27 dan Pasal 28," ujarnya lagi.

Dijelaskan lebih lanjut, seharusnya perusahaan penyedia OTT mempunyai mekanisme yang bisa diimplementasikan. Contohnya, untuk pasa Indonesia sebaiknya konten yang disebarkan harus sesuai dengan aaturan, norma, serta budaya Indonesia, terlebih Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi agama.

Dari pihak penyedia OTT, mereka menyambut baik inisiatif pemerintah dalam melakukan komunikasi dengan pihak mereka. Sebagai perusahaan global, mereka juga menghormati dengan tegas terkait kearifan pemerintah lokal dan tunduk pada peraturan yang berlaku di Indonesia.

Mereka sepakat untuk melakukan beberapa langkah dalam menangani konten internet bermuatan negatif, dan melakukan penyaringan terhadap konten tersebut. Untuk mengevaluasi sejauh mana hasil kesepakatan ini dapat dijalankan, pemerintah bersama dengan pihak OTT nantinya akan kembali menggelar rapat lanjutan.
mks