Iming-iming Jokowi Agar Diaspora di AS Pulang ke Indonesia

Iming-iming Jokowi Agar Diaspora di AS Pulang ke IndonesiaPresiden Jokowi di hadapan 800 Diaspora di Silicon Valley @merdeka.com
Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Presiden Jokowi menyempatkan untuk bertemu dengan para Diaspora Indonesia, khususnya yang bekerja di dunia teknologi.

Dalam kesempatan itu Jokowi merayu para ahli teknologi Indonesia untuk pulang dan membuat startup dan ikut membantu mengembangkan ekonomi digital di tanah air.

Selain itu pemerintah juga telah menyiapkan sesuatu untuk menyambut mereka. Salah satu iming-iming tersebut adalah roadmap e-commerce hasil kolaborasi delapan kementerian.

Selain Presiden Jokowi, Menteri Kominfo Rudiantara juga memberikan idenya kepada sekitar 800 diaspora yang hadir dalam acara itu. Rudiantara berharap jika roadmap e-commerce yang disediakan itu nantinya bisa mempercepat ekonomi digital di Indonesia.

"Pak Presiden menekankan bagaimana potensi ekonomi digital bisa tergali dan tercapai dengan cepat, jadi harus ada percepatan. Makanya ada roadmap e-commerce yang sebentar lagi dituangkan dalam Peraturan Presiden," ujarnya.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini menargetkan bisa menghasilkan industri perdagangan jual beli secara online dengan nilai bisnis mencapai USD 130 miliar sampai dengan tahun 2020 nanti.

Pemerintah juga berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem yang bisa menciptakan seribu teknopreneur atau wirausahawan digital dengan bernilai USD 10 miliar dalam misi ini.

"Bagi pelaku industri, kami juga menyiapkan platform dan e-commerce berupa safe harbor dan perlindungan operasional agar selalu continuity. Silakan email ke saya kalau ada pertanyaan, rudiantara@kominfo.go.id," lanjutnya.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan jika harus ada dukungan terhadap diaspora tersebut. Untuk itulah ia menjanjikan kemudahan dalam hal visa atau izin tinggal.

"Visa multiple akan di-extend sampai lima tahun dari yang sebelumnya setiap tahun. Ini keberpihakan pemerintah. Penanganan diaspora pun dibuat satu staf ahli yang khusus mengurus isu diaspora, dan ada minimal satu subdirektorat yang menangani isu diaspora," ujar Retno.
mks