Tentara Lumpuhkan Begal dengan Tangan Kosong Dapat Penghargaan

Tentara Lumpuhkan Begal dengan Tangan Kosong Dapat PenghargaanIlustrasi @kaskus.co.id

Serma Nurwasisno, anggota Kodim 0829 Bangkalan, Jawa Timur berhasil melumpuhkan begal kendaraan seorang diri. Atas jasanya itu, dia diganjar penghargaan dari Polres Bangkalan, Rabu (17/2).

Kasubag Humas Polres Bangkalan, AKP Ipung Abdul Muis, mengatakan, penghargaan itu diberikan untuk mengapresiasi terhadap Nurwasisno yang berani melawan penjahat.

"Selain anggota Kodim, kami juga memberikan reward kepada empat anggota kami dan empat warga sipil. Termasuk dua siswi yang berhasil mengejar perampas handphonenya. Reward berupa piagam dan uang," kata Ipung.

Nurwasino merupakan sopir Dandim 0829 Letkol Inf Sunardi Istanto. Dia melihat ada ribut-ribut di jalan akses Suramadu, Desa Petapan, Kecamatan Labang, Selasa (16/2 saat menyopiri Sunardi untuk pemantauan Bangkalan.

"Komandan bilang, ayo turun hampiri mereka," kata Nurwasisno. Dia kemudian menghampiri tiga orang di seberang jalan.

"Kamu amankan yang itu, saya pegang yang sebelahnya. Sepertinya percobaan perampasan," ujarnya menirukan perintah Sunardi.

Langsung saja Nurwasino melumpuhkan pelaku perampasan tersebut.

"Ada perlawanan tapi saya langsung mengunci tubuhnya sehingga pemuda yang diketahui sebagai pelaku tak bekutik," jelas Nurwasisno.

Pada saat kejadian di lokasi banyak pengendara lain yang hendak membantu. Beberapa dari mereka tampak emosi ingin melampiaskan amarahnya kepada pelaku berinisial AC (24), warga Desa Bilaporah, Kecamatan Socah.

"Komandan khawatir pelaku jadi sasaran amukan massa. Dimasukkan ke mobil, komandan yang setir menuju Polsek Burneh," kata dia.

Di polsek Burneh, AC mengakui hendak merampas Honda Beat putih bernopol M 6775 NL milik Hozin Zainallah (24), mahasiswa UIN Surabaya.

Sunardi mengatakan, penghargaan kepada anggota berprestasi merupakan bagian dari upaya pimpinan untuk menghargai jerih payah anggota.

"Sekaligus sebagai upaya untuk memberi motivasi bagi yang bersangkutan maupun personel lainnya," kata Dandim kelahiran Klaten, Jawa Tengah itu.

Nay