Gempa Dahsyat Ancam Bumi: 2 Benua Terbelah, 40 Juta Orang Tewas

Gempa Dahsyat Ancam Bumi: 2 Benua Terbelah, 40 Juta Orang TewasIlustrasi @arynews.tv
Seperti yang kita tahu bahwa dalam beberapa tahun terakhir frekuensi bencana alam semakin meningkat. Bukan hanya di wilayah rawan, gempa di berbagai wilayah bumi lain juga kerap terjadi, begitu pula dengan tsunami dan bencana lainnya.

Ilmuwan yang menganalisa kondisi tersebut, Dr. Mehran Keshe bahkan memprediksi bahwa gempa maha dahsyat akan menghantam bumi hingga membelah dua benua serta menewaskan 40 juta orang.

Dr. Mehran Keshe sendiri adalah ilmuwan nuklir asal Iran yang mempelajari teknik nuklir di University of London. Ia menjalankan yayasan bernama Keshe Foundation yang merupakan organisasis non-profit di Belanda dan memiliki basis permanen di Belgia.

Jika prediksi ini benar, Keshe mengatakan jika Amerika Utara Selatan akan terbelah diikuti dengan tsunami dahsyat yang akan melanda Amerika dan Asia. Amerika Selatan adalah titik awal dari bencana tersebut.

"Akan ada gempa bumi berkekuatan 10 sampai 16 SR dan di satu lokasi mungkin mencapai 20 sampai 24 SR," ujarnya.

Sementara itu lokasi yang memiliki dampak terburuk dari peristiwa ini adalah Meksiko yang lenyap akibat tsunami. Jepang dan China juga akan mengalami kerugian yang tak sangat besar.

Dalam waktu 30 tahun mendatang, California menurut Dr Keshe akan menjadi salah satu lokasi yang terkena dampak dari gempa dahsyat ini, bahkan kemungkinannya mencapai 99%.

Mendengar kabar mengerikan ini, jutaan warga Amerika telah berpartisipasi terhadap latihan tanggap bencana. Hal ini juga dilakukan untuk mengukur respon darurat mereka.

Meski tidak ada bukti yang mendukung prediksi tersebut, namun tren peningkatan frekuensi gempa bumi beberapa tahun ini sangatlah mengkhawatirkan. Bukan tidak mungkin jika hal ini akan benar-benar terjadi.

"Perekonomian dunia akan runtuh. Saya berharap itu tidak akan terjadi seperti ini tapi ini adalah apa yang saya tahu itu tidak bisa dihindari. Benua terbelah, dan itu tidak bisa dihindari," ujar Dr Keshe.
mks