Ini Postingan Hoax yang Bikin Bos Gudang Garam Murka

Ini Postingan Hoax yang Bikin Bos Gudang Garam MurkaWakil Dirut PT Gudang Garam, Slamet Budiono @surabayanews.co.id
Pengguna Facebook dihebohkan dengan unggahan salah seorang netizen terkait percakapan yang mengatatasnamakan petinggi PT Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo dengan salah satu pegawai.

Dalam postingan tersebut, petinggi Gudang Garam mengatakan alasan bahwa dirinya tidak merokok karena rokok dibuat hanya untuk orang-orang yang tidak bisa membaca saja.

Berikut ini postingan lengkap tersebut dikutip dari Facebook:

Pegawai : Bapak, kenapa kok Bapak tidak merokok sama sekali?
Owner : Lhoh, memangnya kenapa?
Pegawai : Kan bapak pemilik Gudang Garam, kenapa malah tidak merokok?
Owner : Itu di bungkus rokok kan ada tulisannya: Merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Ngapain saya merokok kalo bisa jadi penyakitan.
Pegawai : Maksud Bapak.?
Owner : Percuma jadi orang kaya kalo kena kanker, penyakit jantung, apalagi impotensi.
Pegawai : Lhah, kenapa bapak bikin pabrik rokok?
Owner : Rokok itu dibikin hanya untuk orang orang yang NGGAK BISA BACA saja..!

Mendengar kabar terkait postingan ini, PT Gudang Garam Tbk pun merespon dengan cepat. Melalui Direktur Bidang SDM PT GG Tbk, Slamet Budiono mereka telah melaporkan kasus itu ke polisi.

Slamet mengatakan, "Kami sangat sayangkan. Saat ini kami sedang proses di kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum."

"Tidak mungkin Gudang Garam membedakan masyarakat yang melek huruf dan buta huruf. Kalimat itu sangat menyakitkan bagi kami," lanjut Slamet dengan memastikan bahwa berita itu benar-benar hoax, begitu juga foto wajah owner PT Gudang Garam pada postingan itu.

Slamet menegaskan jika persaingan dalam dunia bisnis wajar-wajar saja, namun menurutnya kali ini sudah keterlaluan. Jika memang ini ulah pesaing, maka seharusnya mereka tidak melakukan hal sekejam itu.

Di sisi lain Slamet mengatakan jika pengusutan kasus tersebut sudah mendapatkan hasil. "Kami melaporkan ke Satreskrim dan pelakunya telah teridentifikasi. Saat ini kasusnya sudah ditangani polisi. Diduga ada aktor intelektualnya," ujarnya.
mks