HP Digadaikan, Foto Bugil PNS Blitar Disebar di Facebook

HP Digadaikan, Foto Bugil PNS Blitar Disebar di FacebookPNS Rissa korban penyebaran foto mesum @kaskus.co.id

Skandal foto bugil abdi negara atau pegawai negeri sipil (PNS) menggerkan masyarakat Kabupaten Blitar, Jatim. Foto itu pertama kali beredar melalui akun Facebook Rissa Devansa Septi.

PNS yang bersangkutan disebut-sebut bekerja di dinas kehutanan dan perkebunan Kota Blitar. Si pengunggah selain memajang foto tak senonoh oknum PNS itu juga menyebarkan nomor ponsel pribadinya.

Sementara itu, Rissa yang menjadi korban penyebaran foto mesum itu membenarkan jika perempuan dalam foto itu adalah dirinya. Namun, wanita yang menjabat sebagai Staf Bagian Umum itu menampik mengelola akun Facebook atas nama dirinya tersebut.

"Ceritanya panjang mas, awalnya HP saya itu sudah tergadai di rumah gadai Yapusa pada tahun 2015 yang lalu. Saya gadaikan Rp 1 juta. namun karena terlambat pengambilan maka HP itu dijual lelang oleh Yapusa. Saat itu memori HP-nya ada di dalamnya dan di situ ada banyak foto-foto saya," cerita RDS sambil berurai air mata.

rissa-pns

Rissa menjelaskan, setelah HP-nya dilelang, ada seseorang yang menelepon dirinya. Orang itu meminta sejumlah uang tebusan atau akan menyebarkan foto bugil dirinya.

"Saya risih juga waktu itu, namun saya cuekin saja meski saya tahu ada foto-foto saya di HP itu. Dan saya benar-benar shock manakala foto itu akhirnya tersebar juga di FB. Saya belum pernah lihat orang yang meneror saya, hanya saja jika mendengarkan dari logat bicaranya si penelpon itu bukanlah orang Blitar," ungkap RDS.

Risa sendiri sudah melaporkan kasus ini ke polisi. Dia berharap kepolisian bisa mengungkap dan menangkap pelaku penyebaran foto itu.

Di sisi lain, Kepala Inspektorat Kabupaten Blitar Suyatno mengaku belum ada SKPD terkait adanya PNS di lingkup Pemkab Blitar yang tersandung kasus foto mesum yang membuat heboh pengguna sosial media.

"Kami menunggu kejelasan dan kebenaran kasus itu, untuk saat ini belum ada laporan yang masuk dari SKPD terkait," kata Suyatno.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Dhanang Yudanto menjelaskan pihaknya masih menyelidiki kasus ini lebih mendalam.

"Apakah si pemilik akun yang mengunggah ataukah diunggah oleh orang lain. Perlu kita telusuri kapan foto itu diunggah, apakah ada unsur pemerasan. Ini butuh penelusuran," ungkapnya.

Nay