Jokowi Harus Cermat Jalin Kerjasama dengan Google

Jokowi Harus Cermat Jalin Kerjasama dengan GooglePresiden Joko Widodo @liputan6.com
Presiden Jokowi akhirnya pergi ke Amerika Serikat untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk menyambangi kantor Facebook, Twitter, dan Google. Kunjungan ini mendapat banyak perhatian salah satunya dari Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi.

Pakar telekomunikasi ini mengatakan jika pemerintah setidaknya harus memperhatikan tiga hal penting dalam menjalin kerjasama dengan perusahaan teknologi tingkat global seperti Google.

Heru mengatakan, "Pertama, Presiden jangan memberikan janji apalagi izin sesuatu hal yang belum dipelajari secara matang, seperti drone Facebook, Google Fiber, dan Google Loon maupun memberikan pengampunan Apple yang dipakai timah ilegal di Indonesia."

Kedua, presiden Jokowi sebaiknya meminta perusahaan teknologi global untuk menempatkan data center di Indonesia, seperti regulasi yang sudah ditentukan pemerintah.

"Dan, ketiga, agar pelaku usaha teknologi informasi di Silicon Valley bekerja sama dengan operator, startup lokal untuk sama-sama berkembang dan maju, bukan hanya dijadikan Indonesia sebagai pasar," lanjut Heru.

Presiden Jokowi sendiri akan bertemu langsung dengan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, petinggi Twitter, serta CEO Google, Sundar Pichai yang didampingi co-founder Google Sergey Brin.

Kunjungan ini membawa dua agenda besar, yakni soal upaya Indonesia menjadi negara digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan industri e-commerce, serta Indonesia turut memerangi aksi radikalisme dengan menyebarkan pesan perdamaian, terutama dengan menangkalnya melalui dunia digital.

"Sebagai bagian dari visi pemerintah untuk berkomitmen melahirkan 1.000 teknopreneur dengan nilai valuasi mencapai US$10 miliar pada tahun 2020. Kita punya visi roadmap national tersebut dan kita mengundang kalian untuk menjadi bagian dari visi kita," demikian tertulis dalam agenda kunjungan Jokowi ke Silicon Valley 16-17 Februari 2016.
mks