Komandan ISIS Tewas Dibedil Sniper Saat Latihan Penggal Tawanan

Komandan ISIS Tewas Dibedil Sniper Saat Latihan Penggal TawananPenembak jitu alias sniper SAS @mirror.co.uk

Seorang sniper dari pasukan khusus Inggris Special Air Service (SAS) menembak mati seorang komandan ISIS saat melatih cara memenggal tawanan kepada 20 anggota yang baru direkrut. Jarak tembak itu mencapai 1 kilometer lebih.

Komandan ISIS itu berada di tengah lingkaran untuk membekali para prajurit barunya. Dia dilaporkan melatih bagaimana cara menggunakan pisau, kapak dan pedang untuk memenggal tawanan.

Keduapuluh rekrutan baru itu melihat dengan jelas bagaimana sang komandan tewas dengan kepala meledak dan isi otak berceceran.

Dikabarkan sniper pilihan itu menggunakan senapan 338 Lapua Magnum dengan peluru khusus yang bisa menciptakan lubang besar begitu menimpa tubuh manusia.

"Sejenak dia (komandan ISI) masih berdiri, dan setelah itu kepalanya pecah. Komandan itu masih tetap berdiri selama beberapa detik sebelum tumbang dan saat itulah timbul kepanikan. Kami melihat rekrutan-rekrutan ISIS itu berlarian. Kami robohkan ke-21 teroris itu masing-masing dengan satu peluru," kata seorang sumber militer seperti dikutip International Business Times.

Menyusul serangan teror di Paris November 2015, Inggris mendukung perluasan serangan udara dari Irak ke Suriah.

Sebagian anggota SAS juga diterjunkan di Yordania dan Turki untuk melatih pemberontak Suriah yang tengah berjuang melawan rezim Bashar al-Assad, selain juga memerangi ISIS.

Nay