IPK Tinggi Tak Menjamin Diterima Kerja

Senin, 15 Februari 2016 21:00
IPK Tinggi Tak Menjamin Diterima KerjaIlustrasi @cariereonline.ro
Head of CSR Bank Central Asia (BCA), Sapto Rahmadi menyarankan kepada setiap mahasiswa agar tidak hanya mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi. Sebab, IPK tinggi menurutnya tidak akan menjamin seseorang diterima di dunia kerja.

Sapto mengatakan jika mahasiswa harus membekali diri mereka dengan berbagai kemampuan penunjang lain yang tidak mereka temukan di kampus. "Dunia kerja memang mencari calon pegawai yang handal dan pintar, dan itu tidak hanya dibuktikan dengan IPK yang tinggi saja," ujarnya.

Terlebih, setelah MEA diberlakukan akan terjadi persaingan yang semakin ketat di dunia kerja. "Tenaga kerja dari luar Indonesia sudah mempersiapkan diri, karena mereka tahu negara kita ini pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara," lanjutnya.

Karena itulah BCA sudah mengucurkan bantuan beasiswa kepada ribuan mahasiswa berprestasi dari 16 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UI dan IPB melalui program CSR sejak beberapa tahun lalu.

Sapto mengatakan, "Bukan hanya sekadar memberikan bantuan uang saja, tapi BCA juga melatih penerima beasiswa."

Langkah BCA ini terbukti cukup ampuh untuk menggembleng niat mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Langkah ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Mahasiswa UI, Rosmalita.

Dalam sebuah kesempatan Rosmalita mengatakan, "Pembentukan karakter seorang mahasiswa ini kan bukan hanya tugas dari perguruan tinggi saja, tapi kalangan swasta. Nah BCA telah mempelopori sebuah gerakan."

Tak hanya Rosalita, Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan Mahasiswa IPB, Katrin Roosita juga mengatakan hal serupa. Pelatihan kepemimpinan seperti ini menurutnya sangat jarang dilakukan oleh perusahaan swasta nasional.

"Kalau mahasiswa dibekali dengan berbagai keterampilan di luar akademik, peluang diterima didunia kerja sangat besar," tandas Roosita.
(mks)
Komentar