Driver Go-Jek Jadi Korban Pemukulan Senjata Api

Driver Go-Jek Jadi Korban Pemukulan Senjata ApiDriver Go-jek @twitter.com
Go-Jek kembali mendapat musibah, kali ini seorang driver Go-Jek menjadi korban penembakan di Jalan Kemang Utara Raya, Jakarta Selatan. Sabtu (13/2) sore.

Polda Metro Jaya membantah penembakan pada salah satu driver Go-Jek itu. Mereka menduga insiden yang terjadi pada driver bernama Rionaldo Agustin (27) itu bukanlah penembakan, melainkan pemukulan menggunakan senjata api.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, "Kalau terkena (tertembak) peluru di kepala pasti mati dia, dan bukan ditembak."

Go-Jek mengaku bersedih atas insiden yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini. "Kami bersedih dan sangat prihatin atas kejahatan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab terhadap mitra driver Go-Jek Sabtu sore ini di kawasan Kemang," demikian tulis keterangan resmi Go-Jek.

"Tim kami sedang berada di rumah sakit untuk memberikan dukungan kepada mitra driver dan keluarganya. Manajemen Go-Jek juga akan menanggung biaya perawatan rumah sakit untuk korban mitra driver."

"Kami berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas oleh pihak kepolisian dan kami akan bersedia untuk bekerja sama memberikan informasi, bila dibutuhkan," lanjutnya.

Seorang saksi bernama Slamet (52) mengatakan jika korban yang saat itu melintas di Jalan Kemang Utara Raya berhenti di depan sebuah toko susu. Namun, tiba-tiba pelaku muncul dari arah Jalan Kemang Timur dan langsung memukul kepala Rionaldo.

"Lalu ada suara letusan dan terlihat asap," ujar Slamet.

Korban sempat berlari menuju rumah warga. Di depan halaman rumah, korban tersungkur dengan luka di kepala dan membuat warga segera menghubungi polisi.
mks