Bapak Atim Hidup di Becak Usai Ditelantarkan Anak, Rumahnya Direbut

Bapak Atim Hidup di Becak Usai Ditelantarkan Anak, Rumahnya DirebutBapak Atim hidup sebatang kara di Surabaya @kaskus.co.id

Kondisi seorang bapak bernama Atim, warga Cerme, Gresik, Jawa Timur terlihat mengenaskan. Dia hidup sebatang kara. Saat malam menjelang, Atim tidur hanya beralaskan becak yang terparkir di pinggir jalan.

Yang lebih membuat iba, Atim ternyata mengalami nasib tersebut setelah ditelantarkan anak-anaknya. Bahkan, rumah miliknya pun ikut direbut oleh anaknya.

Tak pelak Atim yang memilih mengalah pergi merantau ke Surabaya. Di Kota Pahlawan itu, pria sepuh ini menghabiskan waktunya di tempat yang tidak layak.

Cerita tragis bapak Atim ini dibagikan oleh akun Facebook Riska Heaven.

Berikut ini kisah lengkapnya:

"-BELIAU BUKAN PENGEMIS, BELIAU PEKERJA TAPI TIDAK ADA YANG MAU MEMPEKERJAKAN BELIAU-

Beliau bernama pak Atim, warga Cerme-Gresik tinggal di Surabaya, usia 99 tahun.

Beliau bukan pengemis, beliau tukang becak tapi tidak ada yang mau pakai jasa beliau. Beliau mangkal pada malam hari di jalan Kedungdoro-Surabaya depan PHD.

Kalau pagi siang beliau mangkal di wilayah jalan Mawar-Surabaya daerah situ depan warung nasi/rumah mewah.

Sehari-hari beliau tidur di becak, tas besar dan lain-lain juga ada di becak. Saya tidak bayangkan gimana buang airnya?

Saya tawarkan makan, beliau enggak mau.

Maaf ya pak. Saya hanya bisa kasih sedikit rezeki. Semoga saya banyak rezeki untuk bantu bapak dan orang-orang yang membutuhkan.

Semoga bapak sehat panjang umur dan anak-anak bapak sadar atas kesalahannya. Amiiin.

Begini perbincangan saya dengan bapak Atim:

-rumahnya di mana pak? Di Cerme tp di ambil anak saya.

-kalau di Surabaya di mana tinggal? Ya di sini jeng, di becak.

-anaknya di mana pak? Ya di Cerme, ada yang di Mojokerto kaya-kaya tapi ya gini.

saya sudah tua minta doanya aja biar sehat panjang umur. Kaya ya enggak bisa.

-kenapa anaknya pak? Ya gitu anak KECIL DIBESARKAN kok gini sekarang, nelangsa saya.

(saya menangis sambil ngomong terbata-bata)

(bhsa jawa)

Semoga warga Surabaya yang ktmu bisa bantu beliau. Sedikit rezeki aja Alhamdulillah."

Nay