Virus Zika Tersebar Oleh Nyamuk Rekayasa Genetik

Virus Zika Tersebar Oleh Nyamuk Rekayasa GenetikBayi yang terserang virus Zika @telegraph.co.uk
Beberapa waktu belakangan ini virus Zika memang telah menghebohkan dunia. Virus yang tersebar di wilayah Amerika tersebut diduga adalah dampak dari nyamuk rekayasa genetik yang dilakukan di Brasil.

Perusahaan bioteknologi asal Inggris, Oxitec, merilis bakteri super di timur laut Brasil pada tahun 2012 silam. Tujuannya adalah untuk mengurangi populasi nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dan chikungunya, Aedes aegypti.

Sayangnya, nyamuk yang dirilis Oxitec tersebut malah menghasilkan virus baru yang tak kalah berbahaya, yakni virus Zika yang kini semakin mengkhawatirkan.

Dilansir The Guardian, direktur GeneWatch, Dr Helen Wallace mengatakan jika efek samping yang ditimbulkan dari virus ini cukup meresahkan di kemudian hari. "Ini adalah pendekatan yang sangat eksperimental yang belum berhasil dan dapat menyebabkan lebih banyak hal buruk dibanding hal baik," ujarnya.

Virus Zika sendiri pertama kali diketahui ketika menyerang orang-orang di Brasil pada Mei tahun 2015. Tak kurang dari 1,5 juta orang yang tinggal di wilayah pelepasan nyamuk genetik tersebut diyakini terjangkit virus yang mudah menyebar ini.

Russia Today melaporkan setidaknya ada 4 ribu bayi yang menderita mikrosefali, di mana lingkar kepala bayi lebih kecil dibanding dengan ukuran normal akibat otak tak berkembang dengan sempurna.
mks