100 Tahun Dicari, Gelombang Gravitasi Einstein Akhirnya Terbukti

100 Tahun Dicari, Gelombang Gravitasi Einstein Akhirnya TerbuktiAlbert Einstein @biography.com
Tim fisikawan internasional akhirnya berhasil mengonfirmasi keberadaan gravitasi Einstein setelah pencarian yang dilakukan 100 tahun lamanya. Temuan ini menjadi pertanda baik karena membuka cara pandang alam semesta sekaligus bisa menjadi terobosan di bidang astrofisika.

Gelombang gravitasi tersebut ditangkap oleh ilmuwan di observatorium LIGO pada 14 September tahun lalu. Hanya saja pengumumannya baru dilakukan pada Jumat (12/2) pagi. Saking pentingnya, temuan ini dikatakan mampu mengantarkan penemu mendapatkan nobel.

Gelombang ini telah ditemukan dengan LIGO (laser interferometer gravitational wave observatory), mereka memantulkan laser secara bolak-balik di dalam dua pipa sepanjang 4 Km yang memungkinkan ilmuwan mengukur perubahan yang sangat kecil dalam ruang dan waktu.

Kemudian mereka berhasil mendeteksi perubahan yang relatif besar dari tempat mereka meneliti di aboratorium Livingston di Lousiana dengan apa yang disebut sinyal 'blip' dalam sistem.

Sekitar 7 milidetik kemudian, mereka mendeteksi 'blip' yang sama dengan laboratorium mereka di Hanford, Washington yang berjarak 4.000 km jauhnya. Blip ini terjadi karena gelombang gravitasi melewati bumi.

Setelah melakukan penelitian, ilmuwan menyimpulkan bahwa sinyal itu disebabkan oleh gelombang gravitasi dan penemuan ini memiliki statistik yang signifikan dari 5,1 sigma. Artinya, hanya ada 1 dari 6 juta kemungkinan yang hasilnya adalah kebetulan.

Ahli fisika mengatakan jika gelombang gravitasi ini mampu digunakan untuk melacak penggabungan dua lubang hitam di sekitar 1,3 miliar tahun yang lalu. Namun peneliti akan terus melakukan penelitian dan mendeteksi radiasi gravitasi dengan lebih sensitif dalam limai tahun ke depan karena penemuan ini masih dianggap tahap awal.

Teori Einstein mengatakan jika peristiwa besar terjadi seperti dua lubang hitam atau bintang yang meledak bisa terdeteksi sebagai sebuah gelombang gravitasi.

Peneliti gravitasi David Blair, dari University of Western Australia mengumpamakannya seperti seseorang melempar batu ke dalam kolam. "Gelombang gravitasi mirip seperti gelombang suara yang merambat melalui ruang angkasa pada kecepatan cahaya," ujarnya.

Penemuan gelombang gravitasi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Physical Review Letters ini sangat berpengaruh karena bisa mengubah cara pandang ilmuwan untuk memahami alam semesta.

mks