150 Sapi Mati Mendadak Keracunan Sianida di Gorontalo

150 Sapi Mati Mendadak Keracunan Sianida di GorontaloIlustrasi @tribunnews.com

Ratusan sapi mati mendadak di Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo. Jumlahnya diperkirakan mencapai 150 ekor. Kejadian ini membuat masyarakat khawatir sebab sudah terjadi sejak Desember 2015 lalu.

Warga semula mengira sapi-sapi itu mati karena sakit. Namun, kian hari semakin banyak sapi-sapi lain yang berjatuhan di ladang atau sawah.

Mereka mencari tahu penyebab kematian misterius para sapi itu namun tak ada hasil yang memuaskan.

Pada kematian sapi yang ke-86, warga akhirnya melaporkan kejadian ini ke pemerintah setempat.

Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan Kabupaten Gorontalo akhirnya melakukan investigasi. Hasilnya, diketahui ratusan sapi itu mati karena keracunan.

"Hasilnya positif sianida," kata Vivi Thayeb, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan, Kelautan, dan Peternakan Gorontalo, Rabu (10/2), dilansir dari Kompas.

Petugas menemukan seekor sapi sekarat. Saat diteliti, di dekat sapi itu terdapat botol berisi cairan yang diduga merupakan bahan kimia.

"Kami akan periksa sisa cairan itu di laboratorium lagi. Kalau wabah penyakit, kita akan tangani, tetapi kalau keracunan sianida, itu bukan lagi ranah dinas," ujar Vivi.

"Kami akan membuat surat edaran kepada camat dan BP3K se-Kabupaten Gorontalo agar masyarakat tidak mengikat sapi tanpa pengawasan pemilik. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke kepolisian," kata Vivi.

Nay