Sehari, Teknologi Termal Bakar 1.000 Ton Sampah DKI

Sehari, Teknologi Termal Bakar 1.000 Ton Sampah DKISampah jakarta @liputan6.com
Badan Penerapan dan Pengkajian (BPPT) akhirnya mempunyai teknologi Incenerator yang cepat dan efektif untuk mengurangi sampah di DKI Jakarta. Bahkan, dalam satu hari saja teknologi termal ini dikatakan bisa memusnahkan 1.000 ton sampah.

Proses termal memusnahkan sampah ini dilakukan dengan cara pembakaran. Namun, emisi yang dihasilkan dari pembakaran ini lebih sedikit dengan proses termal lain seperti gasifikasi dan pyrolisis yang emisinya mencapai 20 hingga 30 persen.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan, BPPT, Rudi Nugroho mengatakan, "Kami berpandangan Incenerator yang paling efektif, dengan pembakaran residu (arang) yang ditinggalkan hanya lima persen, lalu lima persen (itu) baru ditimbun di TPA (Tempat Pembuangan Akhir)."

Proses pemusnahan ini cukup mudah, sampah hanya perlu dimasukkan ke dalam alat pembakaran yang dipicu oleh bahan bakar fosil serta udara. Pembakaran itu akan menghasilkan panas yang sekaligus berfungsi sebagai pemanas boiler tempat air.

Selanjutnya, boiler tersebut akan menimbulkan stem yang kemudian akan menggerakkan turbin dan turbin menggerakkan pembangkit listrik.

Rudi menjelaskan jika cara yang dilakukan baik bio maupun termal, semuanya menghasilkan energi yang berdaya fungsi untuk energi pembangkit listrik. Energi listrik yang dihasilkan memang sedikit, namun teknologi ini memang difokuskan untuk pemusnahan sampah yang lebih cepat.

"Kalau tujuannya adalah untuk menghasilkan listrik secara ekonomis, hal ini sangatlah tidak efisien, bila dibanding pembangkit listrik berbahan bakar lain, sperti batu bara," ujarnya.

Masalah sampah perkotaan sendiri sebelumnya telah dibahas langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kabinet Terbatas.

mks