Istri Hamil Pakai Krim Pemutih Meninggal, Diduga Keracunan

Istri Hamil Pakai Krim Pemutih Meninggal, Diduga KeracunanAfrizal ikhlas ditinggal pergi istrinya @tribunnews.com

Curhatan pria bernama Afrizal yang kehilangan istri karena diduga keracunan krim pemutih wajah saat hamil menuai simpati dari netizen. Pria Medan itu sama sekali tak menyangka, sang istri Nur Yanthi Nadhinna akan meninggal dengan cara tersebut.

Dalam tulisannya di Facebook beberapa hari lalu, Afrizal mengatakan sang istri sebelum meninggal sempat pingsan saat usia kandungannya memasuki 8 bulan. Dia lalu membawanya ke klinik terdekat yang kemudian dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan. Dengan pertimbangan medis dan kondisi kandungan yang tua, dokter memutuskan melakukan operasi cesar untuk mengeluarkan bayinya.

"Istri saya mengalami keracunan kehamilan sejak usia kandungan satu minggu sampai mau memasuki usia ke bulan ke-8," curhat Afrizal di akun Facebook miliknya.

istri-keracunan

"Kami berdua masih tertidur pulas di kamar. Tetapi saya merasakan ada yang aneh pada istri saya. Pas saya bangun lalu melihat dia ternyata dia sudah kejang-kejang matanya melotot ke atas lalu mengeluarkan buih dari mulutnya."

Hingga kini kondisi bayinya masih koma. Dari keterangan pihak rumah sakit, dijelaskan bahwa kondisi Nur memang sudah lemah sejak awal. "Memang dia pas masuk IGD sudah menurun kesadarannya," kata Edison, Humas RSUD Pirngadi Medan.

Sejak kabar ini menyebar, netizen menduga jika istri Afrizal mengalami keracunan kehamilan atau pre-ekslampsia. Di sisi lain, ada yang salah mengira jika Nur meninggal karena keracunan kosmetik yang mengandung zat berbahaya. Padahal, dua hal itu sama sekali berbeda meski bisa dibilang sama-sama keracunan.

Untuk diketahui, pre-eklampsia merupakan gejala fisiologis pada tubuh wanita yang mengandung. Kondisi ini lebih disebabkan oleh tekanan darah dan tingginya kadar protein dalam urin. Biasanya, tanda-tanda ibu yang mengalami pre-eklampsia akan menunjukan gejala seperti kejang, kerusakan organ, hingga kebutaan. Tak menutup kemungkinan bayi yang terlahir akan mengalami cacat bawaan.

istri-keracunan

Adapun keracunan karena kosmetik yang mengandung zat berbahaya seperti merkuri, memang tidak diperkenankan bagi ibu hamil sebab bisa menimbulkan efek cacat pada janin. Kandungan berbahaya lain yang biasa dipakai dalam pembuatan kosmetik adalah Retinoid, Salicylic Acid, Hydroquinone, Benzoil Peroxyde, PABA, dan Rhodamin.

Kendati kosmetik dipakai di bagian luar permukaan kulit, namun zat-zat yang terkandung di dalamnya bisa meresap melalui pori-pori dan bercampur dengan darah hingga mempengaruhi kondisi kesehatan ibu dan bayinya.

Nay