Penjelasan MUI Soal Sertifikat Halal Pada Produk Hijab Zoya

Penjelasan MUI Soal Sertifikat Halal Pada Produk Hijab ZoyaKontroversi sertifikat halal pada produk hijab Zoya @instagram.com/zoyalovers
Majelis Ulama Indonesia (MUI) belakangan ini menjadi perbincangan netizen lantaranproduk hijab milik Zoya yang mendapatkan sertifikat halal dari lembaga tersebut.

"Alhamdulillah Zoya mendapatkan sertifikat dari MUI sebagai kerudung halal di Indonesia. Zoya, cantik, nyaman, halal," demikian tulis akun Instagram @zoyalovers.



Netizen yang melihat postingan itu langsung bereaksi cepat. Tidak sedikit yang menanyakan tentang halal atau haram untuk produk hijab.

Salah seorang netizen menulis komentar, "Plis deh. Jilbab halal. Segala aja dihalalin. Nanti yang bukan zoya Haram, gitu? Ckck."

"Emang ada yang nggak halal," sahut yang lain.

Menanggapi hal ini, Creative Director Shafco, Sigit Endroyono mengatakan, "Kerudung halal mulai dirilis pertamakali sejak Zoya berdiri namun baru tersertifikasi sekarang melalui MUI Jawa Barat."

"Kerudung halal adalah kerudung yang menggunakan kain halal dalam arti pada saat proses pencucian menggunakan bahan alami/tumbuhan sedangkan untuk kain nonhalal menggunakan dari bahan nonhalal," lanjutnya.

Sama halnya dengan Sigit, pihak MUI, Farid Mahmud juga mengatakan hal serupa. Malah ia menyarankan agar sertifikat halal tidak hanya digunakan untuk makanan.

Farid mengatakan, "Tidak hanya makanan-minuman saja yang minta sertifikat halal tapi juga produk gunaan banyak yang menghasilkan sertifikat halal."

"Ada laundry, dia menyediakan sabun cuci dan airnya terjamin dari najis. Bahkan pabrik kertas terbesar di Indonesia juga mengajukan sertifikasi halal karena kertasnya digunakan untuk kertas Al-Quran," tandasnya.

mks