Dianggap Menipu, IndiHome Telkom Dipetisi Pelanggan

Dianggap Menipu, IndiHome Telkom Dipetisi PelangganTelkom IndiHome @batam-indihome.com
Kebijakan Telkom untuk menerapkan Fair Usage Policy (FUP) pada layanan IndiHome belakangan ini menuai tentangan keras dari para pelanggan. Tidak sedikit pelanggan yang kesal melampiaskannya pada unggahan-unggahan di internet.

Telkom sendiri mengatakan jika kebijakan ini dilakukan atas kepedulian perusahaan atas penggunaan internet yang penggunaannya tidak wajar, serta untuk melindungi pengguna wajar agar mendapat kualitas internet yang baik.

Salah satu contoh kebijakan ini, pengguna dengan kecepatan 10 Mbps akan mendapatkan Fair Usage hingga 300 GB. Dan setelah batas tersebut terlampaui maka kecepatan akan diturunkan sebesar 25 persen sampai dengan 400 GB, selebihnya kecepatan akan turun 40 persen tanpa batasan (unlimited).

Kebijakan ini pun memicu kekesalan pelanggan sampai-sampai salah seorang netizen membuat petisi online di situs Change.org dengan judul 'Telkom indihome merubah kebijakan yang menipu dan merugikan pelanggan'.

Netizen dengan nama N.A tersebut dalam petisi itu menulis, "Telkom Indihome telah melakukan pembohongan publik kepada pelanggan dari promo paket 10mbps unlimited menjadi FUP 300gb, kita sebagai pelanggan merasa kecewa dan tertipu, karena dari awal kita mau pasang karena promo unlimitednya."

N.A menganggap Telkom telah melanggar hak konsumen dan mereka bisa dituntut karena menipu dan tidak memberikan hak konsumen seperti seharusnya. Sejak diunggah tiga hari yang lalu, petisi tersebut setidaknya sudah didukung oleh 2.046 orang.

"Pemerintah aja katanya sedang menggalakan Industri kreatif juga lho??? Kenapa perusahaan yang notabennya BUMN tidak memfasilitasi dengan harga terjangkau malah membatasi akses dengan cara limit kuota dan hanya memikirkan keuntungan-keuntungan yang meroket," ujar salah satu pendukung petisi tersebut bernama, Mukti Kismanto.

"Sudah FUP. Siaran Channel anak kini harus bayar semua, dahulu di Basic ada beberapa Channel anak... Parah," tulis Agus Tanto yang mengeluhkan hilangnya salah satu Channel.

mks