Wanita Jepang Punya Anak dari Pembekuan Sel Telur

Wanita Jepang Punya Anak dari Pembekuan Sel TelurIlustrasi @huffingtonpost.com
Setelah melakukan proses pembekuan sel telur di sebuah klinik di Osaka, Jepang, wanita berusia 44 tahun ini berhasil melahirkan bayi perempuan. Wanita sehat membekukan telurnya agar bisa hamil adalah kasus yang pertama kali terjadi di Jepang.

Biasanya, hal ini dilakukan jika seseorang menderita penyakit kanker dengan tujuan untuk menghindari risiko infertilitas saat melakukan terapi radiasi kanker.

Dikatakan bahwa wanita tersebut adalah seorang perawat Prefektur Osaka. Ia telah membekukan sel telurnya sejak sebelum menikah. Lalu ia mencairkannya pada tahun 2014 dan hamil melalui proses vitro fertilization (IVF) menggunakan sperma sang suami.

Wanita yang tak disebutkan namanya itu melahirkan anaknya di Oak Clinic Sumiyoshi, sebuah klinik yang telah beroperasi sejak tahun 2010 silam. Mereka diketahui telah membekukan setidaknya 230 sel telur sampai akhir tahun 2015.

Dilansir Japantimes, dokter dari Oak Clinic, dr Miyako Funabiki mengatakan, "Wanita itu kemudian menjadi wanita pertama yang berhasil melahirkan bayi dari 17 wanita yang mengikuti program IVF."

Kendati berhasil dengan sempurna, namun seorang ahli dari Japan Society of Obstetrics and Gynecology (JSOG) menyarankan jika pembekuan sel telur sebaiknya tidak dilakukan oleh wanita sehat karena berisiko besar pada kesehatan dirinya.

Pembekuan sel telur atau bayi tabung sendiri adalah proses menumbuhkan oosit tanpa menggunakan induksi ovulasi, melainkan menjaganya dalam nitrogen cair. Telur akan dibuahi dengan sperma sebelum ditanamkan ke dinding rahim setelah dicairkan.

Dibanding dengan program pembekuan sperma, proses ini dinilai memiliki risiko yang lebih tinggi. Namun untuk upaya pelestarian kesuburan, metode ini diperkirakan akan terus digunakan dalam teknologi yang semakin maju.

mks