Niat Baik Saja Tak Cukup, Jual Ginjal Tetap Dihukum

Niat Baik Saja Tak Cukup, Jual Ginjal Tetap DihukumDonor ginjal ilegal bisa dijerat hukum berat @asiaone.com

Amang dan Dedi, dua tersangka kasus penjualan ginjal semula tak menyangka akan berurusan dengan hukum.

Pasalnya, niat awal mereka adalah mendonorkan ginjal pada orang sakit yang membutuhkan. Namun, uang kompensasi yang mereka terima justru membuat mereka mendekam di penjara.

"‎Amang dan Dedi ini tidak tahu kalau mendonorkan ginjal yang mereka lakukan di awal itu ilegal. Mereka menganggap mendonorkan ginjal lalu dibayar dengan kompensasi Rp 80 juta oleh Herry itu tidak papa," tutur Osner Johnson Sianipar‎, kuasa hukum ketiga tersangka yakni Amang, Dedi, dan Herry, Selasa (2/2) di Mabes Polri.

Osner menegaskan, kedua kliennya itu tak memiliki motif lain selain mendonorkan ginjalnya sendiri. Mereka juga tak tahu jika uang kompensasi itu ternyata tidak diperbolehkan dan merupakan tindak pidana.

"Namanya di Desa, mereka gak tahu kalau praktek itu ilegal karena kan di desa itu minim penyuluhan jadi saat ditawarkan donor untuk bantu orang dan dapat kompensasi ya mereka mau saja demi membantu menyambung nyawa orang lain," tegas Osner.

Aman dan Dedi yang hanya lulusan SD itu mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Meski demikian, mereka tetap ditahan dan dijerat Pasal 2 ayat 2 UU No 21 Tahun 2007 TPPO (tindak pidana perdagangan orang), juncto Pasal 62 ayat (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan‎ ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Nay