Imbauan YLKI 'Dibohongi Mie Instan' Dicibir Netizen

Imbauan YLKI 'Dibohongi Mie Instan' Dicibir NetizenIlustrasi @cnn.com

Laman Facebook milik Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuai banyak cibiran netizen setelah memposting info terkait bahaya mie instan.

Dalam postingan bertajuk 'Dibohongi Mie Instan' yang diunggah Minggu (31/1), terdapat fakta mengejutkan bahaya mie instan yang selama ini dikonsumsi masyarakat.

"Mie instan tidak mengandung nutrisi apapun, namun, makanan ini mengandung hampir 2.700 miligram sodium dalam satu kemasannya," demikian tertulis dalam gambar mi instann tersebut.

ylki-mie.

Kemudian fakta kedua, mie instan mengandung bahan pengawet beracun TBHQ yang umum ditemui di semua jenis makanan yang telah diproses, dimana bahan ini diproduksi juga di industri minyak tanah.

Fakta ketiga, makanan populer ini juga mengandung monosodium glutamat (MSG) yang bisa memacu kerja sel saraf Anda secara berlebihan dan bisa mengakibatkan kerusakan atau kematian.

"Alhasil, disfungsi dan kerusakan otak dapat terjadi dalam berbagai stadium, hal ini bahkan memicu terjadinya penurunan kemampuan belajar, penyakit Alzheimer, Parkinson dan lainnya," tulis dalam postingan itu.

Diikuti fakta terakhir yang menyebutkan, wanita yang mengonsumsi mie instan lebih dari dua kali dalam seminggu, 68 persen lebih rentan terhadap penyakit metabolisme tubuh.

Alih-alih mendapat respon positif, netizen justru balik memberikan banyak cibiran terhadap postingan YLKI itu.

"Mengandung bahan-bahan berbahaya? Tidak ada nutrisi? Kalo ada bencana mi instan jadi makanan pilihan nomor satu! Ratusan kardus bisa dikirim dari donatur. Kenapa masih diizinkan? YLKI apa saranmu?"

Netizen lain berkata, "Terima Kasih infonya, tapi alangkah baiknya informasi ilmiah menyangkut kesehatan seperti ini tidak hanya disajikan dalam bentuk gambar/foto. Berikan kami sumber yg jelas, bukannya tidak percaya tapi jangan sampai maksud baik memberikan informasi justru menimbulkan keresahan yang tidak perlu di masyarakat."

Lalu ada juga yang mengatakan, "trus opo tindakan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)? Opo cuma share di FB? Apa udah surati menkes, pak presiden?"

"Kenapa masih beredar di pasaran dan ada uji lolos BPOM-nya juga kok? Kalau berbahaya dan mengancam kesehatan masyarakat, kenapa tidak ditarik dari pasaran?"

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari YLKI terkait respon masyarakat terhadap postingan tersebut.

Nay