Keren, Mahasiswa di Padang Bikin Palang Kereta Otomatis

Keren, Mahasiswa di Padang Bikin Palang Kereta OtomatisPalang kereta api @liputan6.com
Temuan dari ilmuwan muda di Indonesia seolah tak ada habisnya. Kali ini giliran dua mahasiswa Jurusan Mesin di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat berhasil membuat palang kereta api otomatis.

Salah seorang pembuatnya, Wahyu Kurnia mengatakan jika prototipe inovasi mereka ini dilengkapi dengan sensor yang akan mendeteksi kereta lewat. "Alat ini memungkinkan setiap perlintasan kereta tidak perlu dijaga petugas, terutama pada jalan kecil," ujarnya.

Ide awal dari pembuatan palang kereta otomatis ini tidak lain adalah karena banyaknya kecelakaan yang diakibatkan oleh jalur kereta yang tidak memiliki palang.

Terdapat dua sensor untuk membuat palang kereta ini bekerja secara otomatis. Saat kereta melewati sensor pertama, maka palang akan menutup, ketika gerbong kereta paling belakang melewati sensor kedua, maka palang akan membuka.

"Sensor pertama dapat dipasang dua kilometer sebelum perlintasan dan sensor kedua dua kilometer sesudah perlintasan," ujar Wahyu.

Untuk kelistrikan, palang menggunakan modul peltier yang merupakan sumber energi menggunakan thermo elektrik generator listrik memanfaatkan energi panas. Cara kerjanya memasang seng hitam pada miniatur berbentuk rumah sebagai penyerap panas matahari, kemudian di lapisan seng dalam dipakai kipas angin.

"Akibatnya dalam rumah tersebut terjadi perbedaan temperatur dari panas seng dengan kipas angin sehingga dapat menghasilkan energi listrik yang disimpan melalui baterai. Jadi baterai akan otomatis terisi sehingga ketika daya habis tidak perlu isi ulang," imbuhnya.

Proyek yang sekaligus menjadi tugas akhir program studi ini dikerjakan Wahyu bersama dengan Tendean Pratama Putra. Mereka setidaknya membutuhkan dana Rp 2 juta untuk menyelesaikannya.

Ketua Jurusan Mesin Fakultas Teknik UNP, Arwizet mengatakan bahwa PT Kereta Api Indonesia dipastikan akan menghemat biaya operasional dengan menggunakan alat ini, hal ini karena mereka tak lagi membutuhkan energi panas maupun penjaga palang.

Komentar juga datang dari Wakil Dekan Fakultas Teknik UNP, Fahmi Rizal. Ia mengatakan bahwa alat ini akan sangat berguna jika dikembangkan dengan serius.

"Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk melahirkan karya-karya inovatif. Dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi, bukan hanya menimba ilmu yang sudah ada, tapi memikirkan apa yang belum ada seperti konsep palang ini," ujarnya.

mks