Warga AS Berterima Kasih Facebook Larang Transaksi Senjata

Warga AS Berterima Kasih Facebook Larang Transaksi SenjataSenjata api @theguardian.com
Penembakan massal di Amerika Serikat memang kerap terjadi sehingga memunculkan perdebatan cukup serius di negeri Paman Sam tersebut. Perdebatan ini pun memicu media sosial terbesar di dunia, Facebook melarang transaksi senjata api.

Orang nomor satu AS, Barrack Obama mendesak perusahaan media sosial menekan penjualan senjata api yang dilakukan pada platform mereka. Hal ini untuk mengurangi banyaknya pemilik senjata api.

Facebook dan Instagram melarang penjualan senjata api pribadi lewat iklan tanpa latar belakang atau menawarkan transaksi lintas negara Amerika tanpa diler berlisensi. Facebook sendiri juga melarang penjualan ganja dan obat-obatan pada tahun 2014 silam.

Juru bicara Facebook, Monika Brickert mengatakan jika pengecer berlisensi masih bisa beriklan senjata api yang mengarah pada transaksi di luar layanan Facebook.

Dilansir Reuters ia mengatakan, "Selama dua tahun terakhir, semakin banyak orang menggunakan Facebook untuk membeli dan menjual apa pun satu sama lain."

"Kami terus mengembangkan, menguji, dan meluncurkan produk baru untuk membuat pengalaman ini menjadi lebih baik bagi pengguna. Kami juga memperbarui kebijakan barang yang diatur untuk mencerminkan evolusi ini," lanjutnya.

Sejauh ini kelompok yang menentang batas hak kepemilikan senjata api di AS, Nasional Rifle Association belum berkomentar atas kebijakan ini. Sementara kelompok advokasi peningkatan kontrol senjata justru memujinya.

Pendiri Moms Demand Action fot Gun Sense di AS, Shannon Watts mengatakan, "Para ibu berterima kasih atas iktikad yang ditunjukkan Facebook saat ini."

Kebijakan baru ini menurut mereka bisa mencegah orang-orang berbahaya untuk mendapatkan senjata serta mampu menyelamatkan banyak nyawa warga di sana.
mks