Panggil Nama 'Awang' di Desa Ini, Langsung Muncul Buaya

Panggil Nama 'Awang' di Desa Ini, Langsung Muncul BuayaWarga melihat buaya @youtube.com
Masyarakat di Kampung Cempaka, Kuantan, Pahang, Malaysia dihebohkan dengan fenomena aneh sejak dua bulan terakhir. Pasalnya, seekor buaya besar akan muncul jika seseorang menyebut namanya, Awang.

Dilansir Mynewshub.cc, salah satu warga di kampung Cempaka, Mohd. Zaki Taufik mengatakan, "Kalau ada yang berteriak nama Awang, dia baru mau muncul. Tapi kalau dipanggil dengan nama lain, buaya itu tak mau ke permukaan."

Buaya bernama Awang tersebut menurut warga mempunyai warna kuning kecoklatan sehingga beberapa orang menyebutnya sebagai buaya tembaga. Terdamparnya buaya ini di parit kampung diduga karena meluapnya Sungai Kuala Baru tahun lalu karena banjir.

Setelah kemunculan Awang, banyak warga yang berdatangan ke lokasi tersebut hanya sekedar untuk melihat dan memberinya makan. "Buaya ini tidak mengancam penduduk di sini. Sebaliknya keberadaan Awang membuat desa kami terkenal karena banyak orang dari luar datang untuk melihatnya," ujar Zaki.

Kepala desa setempat, Mat Lazim Kadir mengatakan jika sejak dulu daerah tersebut memang kerap menjadi 'persinggahan buaya terdampar.

Kadir mengatakan, "Kemunculan buaya di sini sebenarnya sudah lama terjadi. Tapi karena media sosial, baru kali ini menjadi buah mulut orang sampai tersebar luas."

"Ada yang bilang ada tiga ekor buaya tembaga di dalam parit ini, tapi saya hanya pernah melihat dua karena mereka tidak muncul secara serentak," lanjutnya.

Sama halnya dengan Zaki, Kadir juga mengatakan jika buaya tersebut sama sekali tidak mengancam warga. "Parit yang dalam dengan jumlah ikan yang banyak menyebabkan buaya nyaman berada di dalam parit itu. Reptil itu hanya akan meninggalkan parit tersebut ketika terjadi banjir besar dan air pasang besar lagi," jelasnya.

Buaya tersebut sepertinya juga tidak takut dengan kehadiran manusia, mungkin karena terlalu sering orang-orang datang memberinya makanan.

Sementara itu Departemen Perlindungan Satwa Negeri Pahang akan melakukan operasi penangkapan buaya tembaga itu dengan cara menggantung ayam di permukaan parit untuk memancingnya keluar.

Direktur Departemen Perlindungan Satwa, Datuk Khairiah Mohd. Shariff mengatakan, "Sebelum ini tali yang digunakan untuk menjerat moncong buaya yang diapung menggunakan pelampung tidak berhasil karena arus air yang deras."

"Kami menyarankan warga agar tidak mendekati daerah itu untuk menghindari kejadian tidak diinginkan. Jika perlu kami harus bertindak tegas dengan membatasi warga dari mendekati tebing parit itu," tambahnya.

Meski selama ini tidak menimbulkan bahaya, namun parit menurutnya bukan habitat buaya dan dikhawatirkan akan menjadi buas ketika merasa terancam atau lapar. "Hanya sungai saja menjadi habitat alami buaya," tandasnya.

mks