Tukang Becak Korban Razia Ahok Tulis Surat Curhat ke Jokowi

Tukang Becak Korban Razia Ahok Tulis Surat Curhat ke JokowiSurat curhat tukang becak korban razia Ahok @kompas.com

Salah seorang penarik becak di Kota DKI Jakarta menulis surat kepada Presiden Jokowi. Pria bernama Rasdulah itu menyampaikan curahan hatinya setelah kena penertiban Satpol PP DKI pada akhir 2015 dan awal 2016.

"Kepada Bapak Presiden Jokowi, kami narik becak itu bukan mencari kekayaan, hanya kebutuhan hidup," begitu kalimat pembuka surat Rasdulah.

Rasdulah berkilah jika tukang becak masih mondar-mandir di jalan raya. Sebab, ujarnya, kini penarik becak beroperasi di gang-gang pasar tradisional, sekolah, dan komplek-komplek perumahan.

Surat itu mewakili para penarik becak lainnya yang bernasib seperti dirinya.

Melalui surat itu, Rasdulah meminta Presiden Jokowi melindungi para penarik becak.

Berikut ini isi surat Rasdulah untuk Presiden Jokowi:

Kepada Bapak Presiden Jokowi,

Kami narik becak itu bukan mencari kekayan, hanya kebutuhan hidup. Dan kami narik becak bukan di jalan raya, tapi di gang-gang, lorong-lorong, dan pasar tradisional/ sekolahan, kompleks-kompleks.

Go-Jek pernah dilarang bapak Menteri Perhubungan. Waktu Bapak Presiden membela, tukang Go-Jek lalu diizinkan.

Sekarang kami becaknya digaruk Ahok. Kami minta perlindungan Bapak Presiden. Kami mendukung Jakarta baru dan maju, tapi kami warga kecil jangan dipinggirkan.

Terima kasih atas perhatiannya,

Rasdullah

Tukang becak Jakarta

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok mengaku sudah menerima surat galau penarik becak tersebut. Dia mengimbau para tukang becak beralih profesi lain.

"Tukang becak itu juga kebanyakan orang-orang daerah. Jadi ya enggak bisalah, kami sudah ada perda dari zaman Pak Wiyogo, masa mau dibalikin lagi," kata dia. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay