Sebut Kanguru Jadi Bomber ISIS, Remaja Australia Diadili

Sebut Kanguru Jadi Bomber ISIS, Remaja Australia DiadiliIlustrasi @news.com.au

Seorang remaja Australia didakwa terlibat jaringan terorisme akibat melontarkan guyonan. Sevdet Ramadan Besim mengatakan jika kantong kanguru bisa menyimpan bahan peledak C-4. Pernyataan Besim itu dianggap melakukan ancaman teror.

Di Pengadilan Melbourne, Kamis (28/1), Besim didakwa melakukan 5 pelanggaran, salah satunya terkait aksi teror.

Meski dia menyangkal empat dakwaan lainnya, pengadilan tetap mengadili Besim di Mahkamah Negara Bagian Victoria. Dia didakwa menyusun serangan teror pada Anzac Day, upacara untuk memperingati veteran Australia dan Selandia Baru.

Jaksa mengatakan, remaja 19 tahun itu melakukan percakapan dengan temannya di internet. Dia mengatakan jika kanguru bisa dipakai oleh ISIS sebagai bomber.

"Komunikasi terjalin pada Kamis, 20 Maret 2015, dinihari. Ia mengirim gambar dengan komentar 'lihat apa yang saya dapatkan ha-ha-ha'," tulis Australian Broadcasting Corporation, mengutip dokumen pengadilan.

"Percakapan berlanjut dengan Besim merinci apa yang dia lakukan hari itu dan mereka mengobrol seputar hewan dan satwa liar di Australia, termasuk soal kanguru, yang bisa dikemas dengan peledak C4, dicat dengan simbol ISIS, dan dilepaskan ke polisi."

Besim kemudian diringkus pada April 2015 di Melbourne seminggu sebelum perayaan Anzac Day.

Nay