Harga Pangan Mahal, 2 Menteri Jokowi Berantem

Harga Pangan Mahal, 2 Menteri Jokowi BerantemHarga pangan di pasaran masih mahal @liputan6.com

Melonjaknya harga pangan di pasaran membuat dua menteri pembantu Presiden Jokowi ribut. Mereka adalah Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Keduanya berbeda pandangan menyoal mahalnya harga pangan.

Untuk itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta kedua menteri itu menyudahi perseteruan. Darmin menambahkan, tidak elok bagi menteri yang masih dalam satu jajaran kabinet berselisih pendapat soal kinerja pemerintah.

"Kan ada kantor Menko yang akan mencari jalan. Jadi enggak usah khawatir," kata Darmin di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/1).

Dia menambahkan, kedua intansi pemerintah, yakni Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian mempunyai metode dan pandangan sendiri dalam menanggapi kenaikan harga pangan, seperti harga daging sapi dan ayam saat ini.

"Artinya begini, itu kan masing-masing punya metode dan pandangannya sendiri. Kan ada kantor Menko yang akan mencari jalan. Jadi enggak usah khawatir," kata Darmin.

Meski demikian, imbuh Darmin, beda pendapat antara dua menteri itu bisa diselesaikan di Kantor Kemenko Perekonomian.

"Kita sejauh ini, punya kesepakatan untuk semua komoditi pangan penting itu perkiraan produksinya gimana? Kebutuhannya gimana? Impornya berapa banyak, itu ada. Disitu diumumkan berkali-kali bahwa impornya berapa ada," tandasnya.

Sebelumnya, Mentan Amran Sulaiman sempat mengeluh di hadapan Komisi IV DPR, Senin (25/1). Dia mengaku Kementerian Pertanian selalu disalahkan saat harga pangan naik. Padahal, ujar Amran, persoalan harga pangan menjadi urusan Kementerian Perdagangan.

Namun, pernyataan Amran ditanggapi oleh Mendag Thomas Trikasih Lembong mengatakan, masalah kenaikan harga harus menjadi tanggung jawab bersama dan sesama menteri tidak seharusnya saling menyalahkan. Demikian dilansir dari berbagai sumber.

Nay