Riset Australia Perlakukan Primata dengan Kejam

Riset Australia Perlakukan Primata dengan KejamPrimata @animalsaustralia.org
Percobaan melibatkan primata yang dilakukan Australia belakangan ini dikecam berbagai aktivis pencinta hewan. Ratusan monyet yang didatangkan ke Australia dipakai penelitian kedokteran telah menimbulkan masalah serius, seperti dilaporkan Sydney Morning Herald.

Kelompok pecinta binatang yang tergabung dalam Australias Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) memaparkan data bahwa lebih dari 15 tahun lalu setidaknya 370 primata menjadi bagian dari percobaan.

Lembaga tersebut juga menegaskan jika para peneliti yang melakukan percobaan sama sekali tidak memiliki pengalaman merawat binatang.

Selain itu, rumah sakit yang terlibat dalam penelitian juga enggan memberikan data kondisi primata secara detail, seperti berapa yang mati atau dibunuh. Pemerintah Australia selama ini menggelontorkan dana miliaran rupiah demi penelitian seperti ini.

Pecinta binatang menganggap jika penelitian ini sangatlah kejam. Seekor babon bahkan dikabarkan mati setelah mendapat transplantasi ginjal babi. Selain itu peneliti kabarnya juga memberikan obat yang melebihi dosis untuk para primata yang diteliti.

Sebuah kelompok yang menjadi salah satu kelompok terkejam dalam penelitian ini, Dewan Penelitian Medis dan Kesehatan Nasional (NHMRC) mengatakan jika primata adalah binatang yang mempunyai kecerdasan tinggi dengan perilaku dan struktur yang kompleks.

Karena itulah penelitian menggunakan primata membuat mereka menemukan banyak hal penting. Namun "Dampak dari penelitian ini adalah membuat primata tersebut sakit atau menderita. Anehnya, beberapa eksperimen menggunakan binatang lagi untuk penelitian, bahkan dibunuh," ujar kelompok pecinta binatang.

mks