Kendaraan Sudah Dijual, Ini Cara Hentikan Pajak Progresif

Kendaraan Sudah Dijual, Ini Cara Hentikan Pajak ProgresifSTNK kendaraan bermotor @twitter.com
Peraturan Daerah No.2 Tahun 2015 yang mengatur pajak progresif bagi pemilik kendaraan bermotor telah diedarkan oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Dengan berlakunya peraturan ini, maka pemilik kendaraan lebih dari satu yang terdaftar atas namanya akan dikenai pajak tambahan selain pajak kendaraan bermotor itu sendiri.

Pajak ini akan dikenakan pada kendaraan kedua, ketiga dan seterusnya. Yang menjadi masalah, bagaimana jika kendaraan atas namanya itu sudah dijual kepada orang lain?

Tidak perlu khawatir, Anda hanya perlu melaporkannya kepada Samsat di tempat Anda berada, tepatnya pada bagian loket pajak.

Cara menghentikan pajak progresif adalah dengan mengisi formulir blokir STNK (Pemberitahuan Pelepasan dan Penyerahan Hak Kepemilikan dan/atau Penguasaan Kendaraan Bermotor). Dalam hal ini Anda akan dikenakan biaya Rp 20 ribu, seperti yang dirangkum dari berbagai sumber.

Data nomor polisi kendaraan yang sudah dijual akan diinput ke komputer di loket pajak untuk melakukan penyesuaian data. Lalu Anda perlu mengisi form blokir STNK yang memberitahukan kapan dan apa alasan untuk blokir pajak progresif itu.

Yang tak kalah penting adalah Anda akan membutuhkan materai Rp 6.000. Selain itu juga fotokopi KTP atas nama pemilik, serta fotokopi STNK yang menunjukkan data kendaraan bersangkutan yang sudah dijual. Berkas juga dilampirkan salinan pajak kendaraan yang ada dibaliknya.

Jika proses ini selesai, maka pemilik kendaraan yang sudah dijual tidak akan mendapat tanggungan membayar pajak progresif. Pemilik baru juga tidak bisa meminjam KTP pemilik lama untuk melakukan pembayaran pajak.

mks