6 Makanan Yang Mengandung Sianida Alami

Sabtu, 23 Januari 2016 18:00
6 Makanan Yang Mengandung Sianida AlamiIkan blowfish, Rhubarb, Apel & Almond @reddit.com
Sianida adalah sejenis senyawa yang dalam dosis tertentu bisa sangat berbahaya dan mematikan. Namun beberapa makanan ternyata juga ada yang mengandung sianida secara alami.

Center for Desease Control and Prevention (CDC) di AS menyebutkan, ada beberapa makanan yang secara alami menghasilkan racun sianida atau senyawa racun yang menjadi cikal-bakal sianida atau jenis racun lainnya.

Berikut 6 makanan yang mengandung sianida alami:

1. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dianggap sebagai makanan kesehatan bahkan cenderung menjadi makanan pokok penganut vegetarian, karena kaya nutrisi seperti serat, protein, karbohidrat, folat, dan zat besi. Sayangnya, kacang-kacangan juga dilengkapi dengan sejumlah besar senyawa lektin yang berfungsi sebagai insektisida atau pembunuh serangga alami. Senyawa ini juga bisa berakibat buruk bagi manusia jika kita salah cara mengolahnya.

Kacang merah mentah, misalnya, mengandung racun phytohaemagglutinin yang dapat menyebabkan mual ekstrim diikuti oleh muntah, sakit perut, dan diare dalam waktu tiga jam setelah mengonsumsinya. Atau kacang lima yang mengandung linamarin, yang setelah dikonsumsi dan dimetabolisme tubuh akan menjadi sianida.

Cara menetralisir kandungan racun di dalam kacang merah dan lima adalah dengan merebusnya selama minimal 10 menit di dalam suhu mendidih. Merebus kacang merah di bawah suhu mendidih hanya akan mengintensifkan racun di dalamnya.

2. Almond

Almond mentah rasanya pahit dan mengandung sianida alami. Bahkan, banyak orang mengatakan bahwa sianida berbau seperti almond mentah. Menggigit dan mengunyah almond mentah dengan cara apapun akan mengaktifkan kandungan sianida di dalamnya.

Makan sesedikit 4-5 buah almond pahit akan menyebabkan pusing, mual, dan kram perut, menurut sebuah studi 1982 kasus yang menimpa seorang wanita berusia 67 tahun di AS.

Akibat ketidaktahuan akan efek almond pahit, dia mengonsumsinya sebanyak lebih dari 12 buah dan 15 menit kemudian, nenek ini mengalami sakit dan kram perut yang parah, lalu pingsan di kamar mandi. Meskipun dia selamat, dia sudah pernah sangat dekat dengan kematian.

Cara terbaik untuk mengonsumsi almond adalah membeli yang sudah diolah di dalam kemasan dan berlabel aman dikonsumsi menurut badan kesehatan setempat.

3. Apel, ceri, persik, dan plum

Bagian lubang berisi biji di dalam apel, ceri, plum dan persik tidak seharusnya dirusak dengan cara apapun, entah itu digigit apalagi dikunyah karana akan mengaktifkan zat sianida di dalamnya.

Cara paling baik makan buah-buahan ini adalah makan hanya daging buahnya dan buang bagian tengahnya.

4. Rhubarb

Daun rhubarb dipenuhi dengan senyawa asam oksalat dan antrakuinon glikosida, menurut National Institutes of Health (NIH), senyawa ini tidak akan menyebabkan kematian, namun bisa mengakibatkan pusing, mulut seperti terbakar, dan sakit perut, dan pada kasus terburuk menyebabkan batu ginjal, kejang, dan koma.

Hindari mengonsumsi daun rhubarb adalah cara termudah untuk tidak keracunan. Jangan membuangnya sembarangan karena senyawa racun di dalamnya juga bisa meracuni hewan peliharaan Anda.

5. Kentang

Kentang sama seperti rhubarb, bisa dinikmati tanpa mengikutsertakan daunnya. Pasalnya, daun tanaman kentang mengandung solanin, yang sangat beracun meski dalam jumlah kecil, menurut NIH.

6. Ikan blowfish

Beberapa orang menyebutnya ikan buntel. Blowfish, atau fugu, terkenal karena jumlah mematikan racun tetrodotox di dalam organnya.

Ketika ikan ini tidak diolah dengan benar, racun akan melumpuhkan otot-otot orang yang mengonsumsinya, juga menyebabkan mual, pusing dan muntah pada beberapa kasus. Belum ada obat penawar untuk racun yang berasal dari ikan ini.

Di beberapa negara di mana ikan blowfish umum dikonsumsi, misal di Jepang, chef atau kokinya harus punya sertifikat resmi dari pemerintah yang menyatakan bahwa dia sudah terlatih dan paham cara mengolah ikan blowfish yang aman konsumsi.

Cara termudah menghindari racun blowfish adalah dengan membuang seluruh organ dalamnya. Inipun tidak 100 persen aman karena mungkin saja racun mengontaminasi daging ikan ketika proses pembersihan.

Sekedar info, gejala umum keracunanan makanan yang mengandung sianida adalah merasa mual, muntah-muntah, diare, sakit perut bahkan kram perut.
(De)
Komentar