Cuma Lulus SD, Ini Cara Muslim Rakit TV Sendiri

Cuma Lulus SD, Ini Cara Muslim Rakit TV SendiriKejari musnahkan TV buatan Muslim @kaskus.co.id
Meski hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), namun Muhammad Muslim bin Amri (41) mampu membuat TV rakitan sendiri dengan berbagai merek. Bagaimana bisa?

Pria asal Karanganyar, Jawa Tengah ini awalnya membuka jasa reparasi elektronik 'Haris Elektronik' berbekal ilmu Otodidak. Lama-kelamaan ia mengumpulkan monitor komputer bekas dan perangkat televisi usang.

Kemampuan Muslim ternyata dipercaya banyak orang hingga mendapat pesanan untuk membuat televisi. Muslim pun semakin serius kemudian mempekerjakan 8 pegawai setelah permintaan pemesanan TV meningkat.

Sejak saat itu ia dan para karyawannya mampu membuat televisi 30 sampai 40 unit dengan keuntungan per hari mencapai Rp 450 ribu.

Selama dua tahun ini Muslim menitipkan TV buatannya di toko-toko elektronik. Namun belakangan ini menjadi sangat diminati dan Muslim pun kebanjiran pesanan.

Tampilan TV buatan Muslim ini seperti TV pada umumnya, yakni dilengkapi dengan casing dan remote yang banyak dijual di pasaran. Lalu books pembungkus TV rakitan memakai kardus yang dibelinya dari pemulung. Rata-rata ukuran TV rakitan ini adalah 14 inci sampai 17 inci.

Sayangnya kreativitas tak berizin ini sampai ke telinga polisi. Ia pun digerebek oleh Tim Reskrim Polda Jawa Tengah pada Maret 2015 lalu. Dari Muslim polisi mengamankan ratusan TV rakitan berbagai merek, 1.020 tabung televisi, 525 casing televisi, 15 televisi rusak, dus, mesin bor, tiner, dan beberapa perangkat lain.

Muslim terancam pasal 120 jo pasal 53 ayat 1 huruf b Undang-Undang RI No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian karena memproduksi dan mengedarkan barang tidak memenuhi SNI, spesifikasi, dan pedoman tata cara yang diberlakukan secara wajib di bidang industri.

Pengadilan Negeri Karanganyar memvonis Muslim bersalah dengan hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta. Putusan yang dikeluarkan pada Desember lalu ini diterima oleh Muslim dan tidak mengajukan banding.

Karena merupakan bukti tindakan kejahatan, TV buatan Muslim dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (kejari) Karanganyar dengan cara membakarnya.
mks