Bahaya Membagikan Nomor Telepon di Sosmed

Bahaya Membagikan Nomor Telepon di SosmedIlustrasi @myaka.com
Jika Anda pernah mendapat email spam atau pesan singkat (SMS) dari nomor tak dikenal, waspadalah karena mungkin saja pesan tersebut dari orang yang punya niat jahat.

Bukan berpikir yang tidak-tidak, hal ini perlu diperhatikan karena belakangan sudah banyak kasus yang melibatkan pesan singkat atau email spam ternyata dikirim dengan sengaja untuk mencuri berbagai informasi korban.

Namun demikian pelaku kejahatan tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena mereka dengan mudah mendapatkan informasi personal seperti nomor telepon atau email di akun media sosial.

Terkait hal ini, perusahaan keamanan Kaspersky Lab mengungkapkan jika penjahat dunia siber mempunyai kesempatan terbuka jika calon korban memiliki informasi kontak di akun online mereka.

Head of Investigation Unit Kaspersky Lab, Ruslan Stoyanov mengatakan, "Ini bukan keresahan semata, tapi benar-benar terjadi."

Tim investigasi kejahatan siber Kaspersky Lab pada musim gugur lalu juga telah membantu Lembaga Penegak Hukum Rusia terkait kasus kejahatan siber oleh sebuah grup amatir. Kaspersky Lab berhasil menghentikan grup yang menyebut diri sebagai penjahat khusus dalam penyebaran malware Android tersebut.

Kaspersky Lab membeberkan rencana pelaku yang sangat sederhana, yakni menggunakan database nomor ponsel calon korban lalu mengirimkan pesan singkat (SMS). Dalam pesan itu akan disematkan tautan yang mengarah ke virus trojan perbankan.

Jika perangkat terjangkit trojan ini, maka ponsel akan menjadi bagian dari alat pelaku untuk mulai berselancar mencari informasi penting lainnya. Dan akhirnya mereka bisa mencuri uang dari rekening perbankan secara online.

Kaspersky Lab menemukan hal yang mengejutkan terkait masalah ini. Pelaku menurut Kaspersky bukanlah programmer profesional seperti yang dipikirkan, melainkan hanya orang-orang yang berkumpul di forum hacking untuk mengumpulkan informasi.

Menurut hacker, satu-satunya yang diperlukan adalah Program Parser, atau sejenis program yang bisa mengumpulkan informasi nomor ponsel dari profil media sosial seseorang. Target paling favorit para hacker adalah pengguna media sosial VKontakte.

Aksi kejahatan siber yang dilakukan hacker amatir memang mulai meresahkan. Tidak hanya mengirim spam, mereka juga sudah mulai mampu mencuri uang dengan cara yang cukup sederhana.

Untuk itulah Kaspersky Lab menyarankan agar pengguna media sosial tidak membagikan informasi yang cukup penting kepada publik, terutama nomor telepon.

mks