Guru MTS Babak Belur Dikeroyok Siswa dan Bapaknya

Guru MTS Babak Belur Dikeroyok Siswa dan BapaknyaIlustrasi @kriminalitas.com

Ustaz Ali Bata Ritonga, 32, guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al- Fauzan di Desa Aek Paing, Kelurahan Air Paing, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, jadi korban kekerasan murid dan orangtuanya.

Penyebabnya sepele, korban dipukuli FR,13, dan orang tuanya, HB, 43 karena tidak terima usai memberikan hukuman.

Akibat insiden itu, guru Ali mengalami patah tulang hidung, giginya goyang, dan pendengarannya mengalami gangguan, karena dipukul bertubi-tubi.

Kejadian bermula saat pelajaran di dalam kelas, Ali mengetes kemampuan berhitung dalam bahasa Arab kepada murid kelas 1 MTs Al- Fauzan.

"Sebelumnya, saya beri waktu 25 menit untuk menghafal hitungan angka satu sampai 10 dalam bahasa Arab," kata dia.

Setiap siswa yang tidak mampu menjawab, dia hukum ringan dengan cara dicubit. Namun saat tiba giliran FR, Ali justru mendapat ancaman dengan simbol kepalan tangan. Mendapati hal itu, Ali meminta FR keluar ruangan dan menjumpai guru bimbingan penyuluhan (BP) untuk mendapat bimbingan.

Namun selang 10 menit kemudian, muncul seorang pria yang merupakan ayah FR, yaitu HB. Lelaki itu menunggangi sepeda motor RX King. Guru BP yang melihat kedatangan HB di halaman sekolah lalu berusaha memediasi.

Akan tetapi, tanpa alasan jelas, HB langsung memukuli Ali. "Dia langsung memukul kepala dan menampar muka saya dengan beringas. Anaknya juga ikut memukul saya," ucap Ali Bata.

Setelah mendapat pertolongan medis pertama, Ali melaporkan kasus itu ke Polres Labuhanbatu pada sore harinya. "Saya harap kasus ini diproses dengan baik. Saya juga belum masuk mengajar karena masih sakit," ungkapnya lagi.

Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardi mengaku belum mendapat laporan kejadian itu. Sebab saat itu, dia masih di luar kota sehingga belum mendapat laporan dari anak buahnya. Demikian dilansir dari Sindo, Sabtu (9/1).

Nay