Belum Daftar Ulang, 106.038 PNS Bisa Dipecat

Belum Daftar Ulang, 106.038 PNS Bisa DipecatLebih dari 100 ribu PNS terancam dipecat @jpnn.com

Awal tahun 2016 ini menjadi ajang pertaruhan karir para Pegawai Negeri Sipil alias PNS. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Nasional (BKN), ada 106.038 PNS yang terancam dipecat.

Mereka bisa kehilangan statusnya sebagai PNS karena belum mendaftar dalam proses Pendataan Ulang PNS (PUPNS) secara online hingga batas 31 Desember 2015.

"Jadi laman PUPNS sudah ditutup karena batas registrasi berakhir pada 31 Desember 2015 lalu," tegas Kepala Biro Humas BKN, Tumpak Hutabarat di ruang kerjanya, Senin (4/1).

Dia menjelaskan, saat ini lembaganya tengah melengkapi data berupa nama-nama dan instansi asal PNS yang belum mendaftar ulang.

"Jika memang terdata bahwa PNS tersebut tidak mengikuti proses PUPNS tanpa alasan yang rasional (sengaja mengabaikan proses PUPNS), BKN akan meminta instansi menerbitkan surat pemberhentian status sebagai PNS,"‎ beber Tumpak.

Di bagian lain, Direktur Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian BKN, Sidik Kadarusman menjelaskan dari jumlah total PNS sebanyak 4.556.765, sebanyak 4.450.727 PNS sudah mengikuti proses PUPNS. Namun dari jumlah tersebut, ada 692 PNS tertolak.

Penolakan kebanyakan terjadi karena PNS yang mengikuti proses mutasi namun data kepindahannya belum sinkron dengan data yang digunakan saat ini.

"Jadi ada PNS yang pindah ke instansi lain namun datanya belum terbarui baik pada instansi baru maupun pada instansi lama. Jadi ada crash data. Mereka yang seperti itu tidak akan bisa melakukan registrasi PUPNS. Selain itu, registrasi PNS juga ditolak jika pihak verifikator menyatakan tidak mengenali PNS yang bersangkutan," jelas Sidik.

Sejauh ini, ujar Sidik, BKN belum mengeluarkan kebijakan mengenai perpanjangan PUPNS.

"Kami masih terus menggali informasi terutama kepada instansi yang PNS-nya belum melakukan registrasi dan updating data. Informasi itu akan menjadi acuan perlu tidaknya masa perpanjangan diterbitkan. Yang pasti saat ini laman PUPNS telah kami tutup." Demikian diberitakan dari situs resmi BKN di bkn.go.id, Selasa (5/1).

Nay