Tuntut Waktu Salat, 200 Pekerja Muslim Dipecat

Tuntut Waktu Salat, 200 Pekerja Muslim DipecatPekerja muslim di Amerika salat @metro.co.uk

Sekira 200 pekerja pabrik daging kemasan, Cargill Meat Solutions, di Kota Fort Morgan, Negara Bagian Colorado, dipecat. Mereka kehilangan pekerjaan karena menuntut waktu salat di sela-sela pekerjaan.

Mayoritas pekerja yang dipecat itu muslim asal Somalia.

Sebelumnya ratusan pekerja itu melakukan demo 11 hari lalu yang disusul mogok kerja.

Aksi demo itu menyusul perubahan kebijakan perusahaan yang menghapus waktu salat bagi pekerja muslim. Namun belakangan perusahaan mengganti kebijakan itu dengan alasan target produksi ditingkatkan.

"Sejak November lalu, manajemen menyampaikan pada karyawan muslim agar salat di rumah saja," kata Juru Bicara Dewan Hubungan Masyarakat Muslim Amerika (CAIR), Jaylani Hussein, yang mengadvokasi 190 pekerja itu, dilansir dari Reuters.

Sebenarnya tuntutan para pekerja itu hanya meminta lima menit untuk menunaikan salat. Namun perusahaan tak bergeming dan memecat mereka tanpa memberikan pesangon.

Keputusan sepihak itu disayangkan CAIR yang kini mencari cara untuk melakukan mediasi. "Padahal bagi muslim meninggalkan salat demi pekerjaan adalah dosa besar, kita kehilangan berkah Tuhan," kata Hussein.

Sementara itu, Juru Bicara Cargill Mike Martin mengatakan pihaknya tidak melarang salat, hanya saja jumlah pekerja yang melakukan jeda untuk beribadah itu berjumlah ratusan sehingga mengganggu proses produksi.

"Waktu salat selama 10-15 menit dimasukkan dalam jam istirahat 30 menit sehari," urai Martin.

Nay