Stop Mogok Massal, Metromini Gabung Dengan Transjakarta

Stop Mogok Massal, Metromini Gabung Dengan TransjakartaPemilik metromini mau gabung dengan Transjakarta @detik.com

Sebanyak 65 pemilik bus metromini menyatakan gabung dengan PT Transjakarta. Para pemilik metromini itu sudah menggelar rapat dengan pemerintah.

"Ada sekitar 65 pemilik bus metromini mau gabung ke Transjakarta," kata Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/12), dilansir dari Okezone.

Nantinya, pemilik bus akan gabung ke Kopaja yang sudah bergabung lebih dulu. Setelah bergabung, pemilik akan beroperasi dengan bus Kopaja AC di trayek sebelumnya.

"Tapi enggak bisa nambah. Misal, Kampung Melayu - Senen, ramp off ada 100 bus. Dari 100, nanti ada yang mau gabung 50 bus, nanti sisanya tinggal 50 bus. Kuota tetap 100," jelas Andri.

Sisanya akan dibiarkan, menurut Andi, biar masyarakat yang memilih bus yang lebih murah dan nyaman.

"Pelan-pelan kita matiin. Ini (metromini) bayar Rp 4.000 gak AC, tapi ini (Kopaja) bayar Rp 2.000 AC," kata Andri.

Tawaran kepada pemilik metromini untuk bergabung dengan Transjakarta sebenarnya sudah jauh-jauh hari dilakukan Pemprov DKI. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah capek melakukan tawaran berulang-ulang.

"Sudah capek lah saya. Sudah tawarin (metromini) terus (untuk gabung PT Transjakarta)," kata Ahok, Senin kemarin.

Sebelumnya, sebanyak 350 unit bus Kopaja yang terintegrasi dengan Transjakarta mulai beroperasi. Pihak Pemprov DKI memberikan gaji yang tinggi kepada para sopir bus itu, yakni Rp 6,2 juta per bulan tanpa setoran.

(BACA: Bebas Setoran, Sopir Kopaja Transjakarta Digaji Rp 6,2 Juta)

Nay