Solidaritas Pakai Jilbab di Kampus Kristen, Profesor Dihukum

Solidaritas Pakai Jilbab di Kampus Kristen, Profesor DihukumDr. Larycia Hawkins @reuters.com

Dr. Larycia Hawkins, seorang profesor ilmu politik di Wheaton College mengenakan jilbab di Sekolah Kristen Penginjilan Illinois Amerika Serikat. Hal iitu sebagai bentuk solidaritasnya kepada sesama umat Islam.

"Saya berdiri untuk menunjukkan kepedulian saya kepada sesama umat muslim, karena kita semua dibentuk dari tanah liat yang sama," ujarnya.

Menurutnya, mengenakan jilbab tersebut adalah bentuk toleransi terhadap sesama saudara muslim.

"Inilah arti Natal bagi saya, dengan mengenakan hijab saya menunjukkan solidaritas."

Akan tetapi, Hawkins kemudian diskors dari kampusnya karena mengucapkan bahwa umat Islam dan Kristen menyembah Tuhan yang sama.

Pejabat kampus menilai pernyataannya itu bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Kristen yang diterapkan di universitas.

Dalam pernyataan sebelum dikenai hukuman, Hawkins mengatakan jika aksinya memakai jilbab tersebut sebagai respon atas pernyataan bakal calon presiden dari Partai Republik Donald Trump yang melarang muslim masuk ke Amerika.

"Niat saya adalah untuk memperlihatkan cinta umat Kristen terhadap saudara kita warga muslim. Saya menunjukkan cinta kepada Yesus dan Dia menyuruh saya untuk mencintai semua tetangga kita," kata dia dalam surat elektronik kepada koran the Independent.

"Saya mendukung tetangga saya yang muslim seperti kecintaan saya terhadap Yesus dan seperti cintaNya kepada seluruh dunia. Dan saya tidak sendiri. Di Illinois dan seluruh Amerika, semua umat Yesus sudah memperlihatkan bahwa suara anti-muslim di berbagai media itu tidak mewakili keseluruhan umat Kristen Amerika," jelasnya.

Nay