Ciri-ciri Praktik Jual Laptop Bekas Dibilang Baru

Ciri-ciri Praktik Jual Laptop Bekas Dibilang BaruIlustrasi memilih laptop @ihowtobuy.com
Adanya praktik jual laptop baru murah yang ternyata barang bekas belakangan ini cukup meresahkan calon pembeli. Namun Anda tidak perlu khawatir setelah mengenali ciri-cirinya berikut ini:

Pertama, penjual biasanya menawarkan membeli laptop baru namun dalam paket yang ia jual hanya terdapat laptop dan charger. Ini adalah ciri yang paling mudah dikenali, karena harga laptop tidak akan naik hanya karena kelengkapan lain seperti box atau buku panduan.

Selanjutnya, harga laptop bekas dibilang baru ini lebih murah dari harga normal, mulai dari Rp 500 ribu atau bahkan sampai jutaan. Perlu Anda ketahui jika harga laptop di mana pun tidak berbeda jauh. Jika memang selisih, itu tidak sampai Rp 300 ribu.

Salah satu penjual laptop di pusat jual beli laptop, Diang Plaza, Malang, Gigih mengatakan, "Dulu di toko kami juga ada pernah yang mau beli laptop Asus yang pakai VGA khusus, harga pasarannya masih Rp 5 juta ke atas waktu itu. Tapi, yang beli itu ngaku dapatnya Rp 4,5 juta. Baru setelah ditelusuri ternyata barangnya memang bekas. Kita ya bilang kalau Intel Core i3 plus VGA itu harga normalnya Rp 5 juta ke atas."

"Ya kalau orang ngerti spesifikasi, dengan harga segitu pasti curiga kalau dikasih harga segitu. Kalau orang awam, dikasih harga murah dengan spek tinggi ya diambil," tambahnya.

Ciri-ciri berikutnya adalah penjual kerap menyarankan laptopnya yang rusak dikembalikan ke tokonya, bukan ke service center langsung. Hal ini karena laptop akan terdeteksi bekas jika Anda membawanya ke service center.

Gigih sendiri sudah memberikan peringatan kepada para pembeli dengan memasang banner, 'awas laptop baru dijual bekas' di depan tokonya.

Kendati demikian, banyak pihak yang tetap saja menjual laptop baru dibilang bekas itu. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor menurunnya penjualan laptop, serta kepercayaan calon pembeli laptop baru.

mks