Tak Peduli Cacat, Pakistan Gantung Pria Lumpuh

Tak Peduli Cacat, Pakistan Gantung  Pria LumpuhAbdul Basit @theguardian.com

Pemerintah Pakistan tetap meneruskan agenda eksekusi terhadap seorang pegiat hak asasi manusia meski memiliki keterbatasan fisik.

Abdul Basit, seorang pria lumpuh didakwa melakukan pembunuhan pada 2009. Eksekusi terhadap Basit mengalami beberapa kali penundaan sebab ada tentangan dari kelompok pegiat HAM.

Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan mengatakan bahwa Perdana Menteri Nawaz Sharif tetap melaksanakan hukuman gantung terhadap Basit.

Dari data Amnesti Internasional, dalam setahun Pakistan sudah menggantung 300 orang warganya.

"Pakistan dalam waktu dekat telah mengeksekusi 300 orang sejak moratorium eksekusi dicabut, cap memalukan atas penempatan algojo terburuk di dunia," katanya.

Direktur Penelitian Amnesti Internasional Wilayah Asia Selatan, David Griffiths mengecam Pakistan karena tetap melestarikan hukuman yang tidak manusiawi itu.

"Semangat Pakistan melanjutkan eksekusi merupakan penghinaan terhadap hak asasi manusia dan bertentangan dengan tren global mengenai hukuman mati," katanya.

Data tambahan menempatkan Pakistan sebagai salah satu negara dengan jumlah algojo terbanyak 2015 ini. Demikian dilansir dari Reuters.

Nay