Sering Keliru, Hipogonadisme Dianggap Butuh Obat Kuat

Sering Keliru, Hipogonadisme Dianggap Butuh Obat KuatIlustrasi viagra @analisadaily.com
Ketika pasangan mengalami penurunan gairah seksual bukan berarti itu adalah tanda bahwa pasangan memiliki gangguan seksual. Hal tersebut bisa jadi tanda bahwa pasangan Anda sedang mengalami gangguan hormon dan ini adalah hal yang wajar.

Penurunan kadar testosteron atau disebut dengan hipogonadisme merupakan penyebab terbesar libido rendah. Gejala lainnya adalah disfungsi ereksi atau ereksi tidak terlalu kuat, kelelahan, dan penambahan lingkar pinggang.

"Banyak pria yang tidak bergairah dengan pasangannya lalu mencari wanita lain. Mungkin dengan yang baru gairahnya meningkat lagi, tapi setelah beberapa lama pasti libidonya turun lagi. Orang tidak menyadari masalah sebenarnya adalah gangguan kesehatan," kata dr.Nugroho Setiawan, spesialis andrologi.

Nugroho menambahkan, hal ini membuat banyak pria mengira bahwa sirinya membutuhkan obat kuat atau terkena disfungsi ereksi.

Perlu diketahui bahwa penurunan kadar testosteron ini memang terjadi dengan sangat lambat. Penurunan libido dan disfungsi ereksi tentu bisa menyebabkan gangguan kecemasan, stres, bahkan masalah dengan pasangan.

"Pria akan merasa insecure tentang diri sendiri, merasa tidak kompeten sebagai pria, dan juga cemas," kata psikolog Tara de Thouars.

Diagnosis hipogonadisme ditegakkan berdasarkan pada gejala dan hasil tes darah yang mengukur kadar testosteron.

Menurut Nugroho, pengobatannya didasarkan pada penyebabnya. "Untuk terapinya, penyebabnya harus diobati, walau sambil jalan boleh diberikan terapi testosteron," katanya.

Terapi penggantian testosteron yang diberikan melalui suntikan, gel, atau plester, cukup efektif untuk memulihkan kadar testosteron normal.
De